KONSUMSI KAYU DAKAR INDUSTRI JOBONG DI KECAMATAN JATIROGO, KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR
ANANG SABTONI, Hasanu Simon
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANKayu bakar merupakan sumber energi yang penting bagi sebagian penduduk di Indonesia Penggunaan kayu bakar terbesar adalah masyarakat desa dan sebagian kecil masyarakat kota Konsumsi terbesar adalah kebutuhan rumah tangga dan industri kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat konsumsi kayu bakar industri jobong, sumber kayu bakar dan jenis kayu bakar yang digunakan. Lokasi penelitian di kecamatan Jatirogo, kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pengolahan data dengan stratified random sampling secara proporsional dan penentuan strata dilakukan setelah diadakan prasurvey penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan wawancara. Pembagian menjadi empat strata berdasarkan lokasi industri jobong yang ada. Sampel terambil di desa Wotsogo, desa Sugihan, desa Besowo dan desa Demit yang menjadi sentrai industri jobong pada masing-masing wilayah sekitarnya. Industri jobong di kecamatan Jatirogo mengkonsumsi kayu bakar sebesar 79698.1 sm/th dan memproduksi 57158367 bata/th. Jenis kayu bakar yang sangat mendominasi adalah jati (Tectona '. grandis) dalam bentuk brongkol dan bonggol. Sumber kayu bakar yang digunakan bersumber dari hutan negara yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Jatirogo dan KPH Kebonharjo. Digunakan kayu sebagai bahan bakar utama karena pertimbangan harga yang murah dan tersedia melimpah. Adanya industri jobong di kecamatan Jatirogo membawa dampak positif dan negatif Positifnya adalah adanya peningkatan sosial-ekonomi masyarakat sekitarnya Industri jobong yang ada mampu memberikan lapangan pekerjaan selain bidang pertanian bagi masyarakat sekitarnya Negatifnya adalah membawa kerusakan terhadap lingkungan sekitarnya dan lingkungan hutan. Konsumsi kayu bakar yang besar akan mengurangi daya dukung tanah hutan terhadap lingkungan serta bila terjadi permintaan kayu bakar melebihi kemampuan penyediaan hutan dikhawatirkan akan membawa dampak reboisasi hutan pada level yang paling parah. Pendirian lokasi industri industri jobong di atas tanah pertanian serta pengambilan bahan baku dari sumber yang sama membawa dampak berkurangnya lalien pertanian. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan ada pemecahan masalah yang ditimbulkan industri jobong baik dalam bidang kehutanan, terutama masalah lingkungan seila sosial-ekonomi untuk mengurangi dampak negatifnya.
Kata Kunci : Konsumsi kayu, industri jobong