Laporkan Masalah

TINJAUAN EKONOMIS PENYARADAN DENGAN SISTEM DOUBLE SKIDDING (STUDI KASUS di HPHPT. DWIMA.JAYA UTAMA, KALIMANTAN TENGAH)

DESTIANA KADARSIH, Haryanto

1998 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Salah satu masalah yang dihadapi dalam pemungutan basil hutan adalah besarnya biaya penyaradan dan pengangkutan. Biaya ini bahkan mencapai 50- 90% dari total biaya pemungutan. Untuk itu maka diusahakan upaya-upaya penggunaan sarana dan sistem yang paling menguntungkan, efektif dan efisien sesuai dengan kondisi areal yang dihadapi. Untuk areal yang bertopografi berat dan bergunung, diperlukan metoda penyaradan yang spesifik seperti penyaradan dengan sistem Double Skidding. Penelitian ini bertujuan untuk mencari besarnya Kerapatan Jalan Riil di lapangan dan besarnya Kerapatan Jalan Optimum dari areal yang menerapkan sistem Double Skidding dan selanjutnya antara keduanya akan diperbandingkan untuk menilai ekonomis tidaknya penyaradan dengan sistem Double Skidding tersebut. Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui perbandingan biaya total pemungutan hasil hutan antara kedua sistem yaitu Double Skidding tanpa jalan cabang dan Skidding dengan jalan cabang. Waktu penelitian mulai 1 Maret 1998 sampai dengan 28 April 1998. Lokasi penelitian di Areal HPH FT. Dwimajaya Utama, Kalimantan Tengah yaitu di Petak 26/28 RJCT tahun 1997/1998. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan mempergunakan beberapa rumus dari Von Sagcbaden dan rumus Break Event Point (BEP) dalam menghitung besarnya parameter pembukaan wilayah hutan disamping rumus dari Matthews untuk menghitung biaya total pemungutan hasil hutan dari kedua sistem yang diperbandingkan. Hasil analisis membuktikan bahwa Kerapatan jalan riil di lapangan (5,375 m/Ha) < Kerapatan Jalan Optimumnya (12,05 m/Ila) sehingga penerapan sistem Double Skidding pada petak ini terbukti kurang ekonomis dan perlu dibuat jalan cabang dengan spasi jalan 800-850 meter sehingga jarak sarad rata-ratanya antara 480-510 meter, dengan demikian biaya total pembuatan jalan cabang dan biaya penyaradan mencapai minimal antara US $ 2.190/M3- US $ 2.191/M3. Sedangkan analisis biaya total pemungutan hasil antara kedua sistem membuktikan bahwa dengan membuat jalan cabang justru akan menghemat biaya pemungutan hasil sebesar Rp 1340,028/M3 dan dengan demikian berarti penerapan sistem Double Skidding pada petak 26/28 ini terbukti kurang ekonomis.

Kata Kunci : Double skidding, penyaradan

  1. S1-FKT-1998-90392-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1998-90392-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1998-90392-tableofcontent.pdf