ANALISIS MODEL PENAKSIRAN VOLUME KAYU TUSAM ( Pinus merkusii ) DENGAN MENGGUNAKAN FUNGSI LENGKUNG BENTUK BATANG DI RPH SRANDIL, BKPH AMBARAWA,KPH KEDU UTARA
B. Gunawan Hendratmoko, Setyono Sastrosumarto
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANDengan mengacu bahwa kayu merupaka benda putar, volume kayu dapat dihitung atau ditaksir dengan menggunakan fungsi lengkung bentuk. Fungsi lengkung bentuk diperoleh menggunakan regresi linear berganda langkah mundur terhadap variabel-variabel yang diduga berpengaruh terliadap fungsi Variabel-vaiiabel yang dimungkinkan berpengaruh terhadap fungsi lengkung bentuk adalah diameter pangkal (cm), diameter setinggi dada (dbh) (cm), jarak pengukuran diameter dari permukaan tanah (m), kuadrat jarak pengukuran diameter dari permukaan tanah (m2), dan tinggi kayu perdagangan (m). Pengukuran dilakukan pada diameter setinggi 0,3; 0,5;1,0;1,3m dari peimukan tanah dan pada batang di atas dbh (1,3 m ) dibagi menjadi 5 bagian sama panjang kemudian diukur diameternya. Pengukuran diameter juga disertai dengan pengukuran tebal kulit. Fungsi lengkung bentuk batang yang diperoleh dari pohon yaang mempunyi kelas diameter setinggi dada ( dbh ) 30 - 35 cm dan kelas tinggi kayu perdagangan ( H ) 18-21m adalah: dli = -4,4357 + 0,7355 dbh -1,0065 h + 0,6572 H dengan keterangan : dh : diameter batang tanpa kulit pada ketinggiaan h ( cm ) dbh : diameter setinggi dada dengan kulit ( cm ) h : tinggi pengukuran diameter dari peimukan tanah ( m ) H : tinggi kayu perdagangan f m ) Penaksiran volume dapat dilakukan dengan mengintegralkan fungsi lengkung bentuk tersebut, untuk kayu yang tidak rusak akibat penyadapan dan kayu yang rusak akibat penyadapan.
Kata Kunci : Modell penaksiran volume kayu, lengkung bentuk batang