THE DEVELOPMENT OF DESA WISATA KAMPOENG SEDJARAH KELOR: ITS STAGES AND THE ROLES OF TOURISM OFFICE OF SLEMAN REGENCY
YUSTIKA CHISMA C M, Wahyu Kartika Wienanda, S.Pd., M.Pd. NIKA. 111199111201602201
2019 | Tugas Akhir | D3 BAHASA INGGRISLaporan akhir ini bertujuan memperkenalkan Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor sebagai desa wisata mandiri, menjelaskan tahapan pengembangan, dan peran Dinas Pariwisata serta masyarakat dalam mengembangkan Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor hingga menjadi desa wisata mandiri. Metode pengumpulan dan analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif. Data yang digunakan diperoleh melalui observasi, wawancara, buku/ jurnal, dan dokumentasi. Dengan daya tarik yang dimiliki, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor menawarkan beberapa keunikan melalui fasilitas, akomodasi, dan interaksi langsung dengan masyarakat lokal di Kelor. Tahapan untuk pengembangan Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor meliputi lima aspek, yaitu: 1) pengembangan aspek lokal; 2) infrastruktur; 3) pemerintah; 4) integritas promosi; dan 5) pengembangan produk. Hasil laporan akhir ini juga menunjukan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam pengembangan Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor, adapun peran tersebut meliputi: 1) peran pendamping sebagai motivator; 2) komunikator; dan 3) fasilitator. Dapat disimpulkan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan masyarakat Kelor berintegrasi untuk mengembangkan Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor berkelanjutan. Ini dapat dilihat dari langkah dan peran dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor dapat memberdayakan masyarakat melalui pengoptimalisasian potensi wisata di desa tersebut. Kata Kunci: Pengembangan Desa Wisata, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor, Peran Dinas Pariwisata, Peran Masyarakat Lokal.  
This final paper aims to introduce Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor as an independent tourism village, explain the phases of the development of Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor as an independent tourism village, and the role of Tourism Office of Sleman Regency and local community in developing Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor. The method of data collection and data analysis used in writing this final paper is qualitative method. The data were obtained through an observation, interview, book/ journals, and documentation. With its attractiveness, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor offers some uniqueness through the facilities, accommodation, and interaction directly with the local community in Kelor. The phases to develop Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor included five aspects, such as: 1) local capacity development; 2) infrastructure; 3) goverment; 4) integration promotion; and 5) product development. The result of this final paper indicates that Tourism Office of Sleman Regency and local community have and important role in developing Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor. The roles of Tourism Office an local community are: 1) the role in companion as motivator; 2) communicator; and 3) fasilitator. Besides, the development of tourism village gives positive impact to local people in Kelor by opening more job oppotunities for the locals, and generating income from the visitors. It could be concludedthat, Tourism Office of Sleman Regency and local community have been integrated to developing Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor continuously. This is can be seen in the stages including the roles from both parties. Therefore, that Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor can empower local community through the optimalization of tourism potentials in this village. Keywords: The Development of Tourism Village, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor, The Role of Tourism Office, The Role of Local Community.  
Kata Kunci : The Development of Tourism Village, Desa Wisata Kampoeng Sedjarah Kelor, The Role of Tourism Office, The Role of Local Community.