ANALISIS PENERAPAN PSAK NO. 109 TENTANG AKUNTANSI ZAKAT DAN INFAK/SEDEKAH PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT YATIM MANDIRI CABANG YOGYAKARTA
LISDA AMALIA HARAHAP, Dina Natasari S.E.,M.Si.,Ak.,CA
2019 | Tugas Akhir | D3 AKUNTANSIPenerimaan ZIS yang ada saat ini masih tergolong cukup rendah dari potensi yang sebenarnya dapat dihasilkan oleh Indonesia meskipun saat ini sedang marak keberadaan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat masih enggan untuk membayar zakat dan infak/sedekah khususnya melalui LAZ, salah satunya kurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat. Untuk itu, perlu adanya pengelolaan yang baik oleh LAZ terhadap penerimaan dan penyaluran ZIS nya sesuai dengan PSAK No. 109 tentang Pengelolaan Zakat. Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan PSAK No. 109 pada suatu LAZ di Indonesia yaitu LAZ Yatim Mandiri Cabang Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini ialah PSAK No. 109 telah diterapkan dalam kebijakan akuntansi yang ada di LAZ Yatim Mandiri Cabang Yogyakarta. Terdapat 36 paragraf pada bahasan penelitian ini dengan rincian 28 paragraf merupakan paragraf yang menjadi wewenang kantor cabang serta 8 paragraf yang menjadi wewenang kantor pusat. Dari 28 paragraf yang menjadi wewenang kantor cabang, terdapat 16 paragraf yang telah diterapkan, 1 paragraf yang belum sepenuhnya diterapkan mengenai aset tidak lancar yang diterima amil dan diamanahkan untuk dikelola dinilai sebesar nilai wajar dan penyusutannya diakui sebagai pengurang dana infak/sedekah terikat, dan 11 paragraf yang belum diterapkan karena belum adanya beberapa kejadian dalam praktik sehari-hari. Dari 8 paragraf yang menjadi wewenang kantor pusat namun ada hubungannya dengan kantor cabang, terdapat 4 paragraf yang telah diterapkan dan 4 paragraf yang belum diterapkan.
The current receipt of ZIS is still quite low from the potential that can actually be produced by Indonesia even though there is a growing presence of the Amil Zakah Institution (LAZ) nowadays. Many factors have caused people to be reluctant to pay ZIS, precisely through LAZ, one of which is the lack of public trust in the amil zakah institution. For this reason, there is a need for good management by LAZ on the receipt and distribution of ZIS in accordance with PSAK No. 109 concerning to the management of zakah. This study aims to see the application of PSAK No. 109 at an LAZ in Indonesia, namely LAZ Yatim Mandiri Yogyakarta Branch. This research is qualitative research with data collection techniques in the form of interviews, documentation, and observation. The results of this study are PSAK No. 109 has been applied in accounting policies at LAZ Yatim Mandiri Yogyakarta Branch. There are 36 paragraphs in the discussion of this study with details of 28 paragraphs which are the paragraphs that are the authority of the branch office and 8 paragraphs which are the authority of the head office. From 28 paragraphs that are under the authority of the branch office, there are 16 paragraphs that have been applied, 1 paragraph that has not been fully implemented regarding non-current assets received by amil and mandated to be managed is valued at fair value and depreciation is recognized as deduction of bound infaq/sadaqah, and 11 paragraphs that have not been implemented because there have not been several events in daily practice. From 8 paragraphs that are authorized by the head office but have to do with branch offices, there are 4 paragraphs that have been applied and 4 paragraphs that have not been implemented.
Kata Kunci : PSAK No. 109, Zakat dan Infak/Sedekah, Lembaga Amil Zakat, Akuntansi Zakat