Laporkan Masalah

THE EMERGENCE OF ISLAMIC POPULIST MOVEMENT IN INDONESIA IN DECEMBER 2016

ARUMDRIYA MURWANI , Dr. Diah Kusumaningrum

2019 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berperan dalam kebangkitan populisme religius di dalam konteks Asia Tenggara. Diskusi tentang populisme mulai berkembang kembali dalam studi Hubungan Internasional. Penstudi Hubungan Internasional telah menawarkan penjelasan yang berbeda-berbeda mengenai populisme. Namun, penjelasan akademik yang ada mengenai kebangkitan populisme dalam konteks Asia Tenggara dianggap belum memuaskan. Penelitian ini menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi dalam munculnya gerakan populisme Islam di Indonesia pada Desember 2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis studi kasus, yang menggunakan studi literatur sebagai metode penelitiannya. Penelitian ini menawarkan sebuah argument bahwa tidak selarasnya kepentingan negara dengan elit agama merupakan faktor utama penyebab munculnya populisme Islam. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakselarasan ini memberi kesempatan bagi entrepreneurs berbasis agama untuk muncul dan bermobilisasi melawan negara. Ketidakselarasan ini juga berkontribusi pada munculnya faktor-faktor lain, seperti: ketidakinginan elit agama untuk “mempolisikan” entrepreneurs agama, perkembangan pengetahuan publik, dan pembentukan titik fokus dari sebuah kejadian di tingkat publik untuk menyalurkan kesempatan ini menjadi sebuah gerakan sosial.

This research aims to study the factors that contributed to the emergence of religious populism in the Southeast Asian context. Populism is making a comeback in the study of International Relations. Different observers had come up with different explanations on populism, but not enough academic discussion is dedicated to understand populism in the Southeast Asian perspective. This research explores the factors that contributed to the emergence of Islamic populist movement in Indonesia in December 2016. The research is a qualitative case study which employ literature studies as its main tool of analysis. It suggests that the emergence of Islamic populism in Indonesia could be contributed to the misalignment of interests between religious elites and the state. It also found that this misalignment of interest had created opportunities for religious entrepreneurs to mobilize against the state. It also contributes to the emergence of other factors, namely: the unwillingness of religious elites to police, the development of common knowledge, and the creation of a public focal points to channel these misalignments into collective action.

Kata Kunci : Islamic Populism, Indonesian Politics, 212, December, Jokowi, Basuki Tjahja Purnama

  1. S1-2019-376867-abstract.pdf  
  2. S1-2019-376867-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-376867-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-376867-title.pdf