Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) Selama Musim Giling Di PG Tasik Madu, PT. Perkebunan Nusantara IX, Karanganyar, Jawa Tengah
KINANTHI MUSTIKA A P, Ir. Pujo Saroyo, M.Eng.,Sc. ; Ir. Suharno, M. Eng., M.Eng.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRIPabrik Gula Tasik Madu, PT. Perkebunan Nusantara IX, Karanganyar merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan nira tebu menjadi gula pasir dan tetes sebagai by product dengan kapasitas giling 3.150 ton tebu per hari. Sebelumnya Pabrik Gula Tasik Madu belum pernah dilakukan pengukuran produktivitas perusahaan, karena perusahaan hanya menghitung keuntungan dari hasil penjualan produksi sebagai ukuran baik atau tidaknya produktivitas perusahaan. Berdasarkan data perusahaan jumlah input bahan baku tebu menyebabkan penurunan waktu giling yang berlangsung pada tahun 2016 ke tahun 2017. Hal tersebut dapat mengindikasikan terjadinya penurunan produktivitas berdasarkan produktivitas parsial. Untuk menyelesaikan masalah tersebut maka penulis melakukan pengukuran produktivitas perusahaan dengan menggunakan metode American Productivity Center atau APC. Pengukuran produktivitas meliputi Return On Assets atau ROA, penyusutan, laba, produktivitas, profitabilitas dan perbaikan harga material, tenaga kerja, energi, modal dan total perusahaan. Dari pengukuran yang dilakukan selama musim giling yaitu bulan Juli sampai Oktober 2016 sebagai periode dasar maka indeks produktivitas Pabrik Gula Tasik Madu mengalami peningkatan sebesar 23,45%. Indeks profitabilitas pada bulan September sampai bulan November tahun 2017 mengalami sedikit peningkatan yaitu 7,71% karena indeks perbaikan harga menurun sebesar 12,75%. Hal ini terjadi karena jumlah penggunaan energi yang efisien sebesar 119,63% sehingga perusahaan mampu menekan pengeluaran modal sebesar 8,91%. Pabrik Gula Tasik Madu mengalami ROA sebesar 19,17% per tahun dengan keuntungan sebesar Rp9.295.446.201,00. Input produksi yang memerlukan perbaikan adalah bahan baku dan modal serta melakukan maintenance mesin-mesin produksi.
Sugar Factory Tasik Madu, PT. Perkebunan Nusantara IX, Karanganyar is a company in processing sugarcane juice into granulated sugar and mollase as a by product with a milling capacity of 3,150 tons of sugar cane per day. Previously, Sugar Factory Tasik Madu had never measured company productivity, because the company only calculated the profit from the sale of production as a measure of whether or not the productivity of the company. Based on company data, total of sugar cane raw material input causes a decrease in milling time in 2016 to 2017. This can indicate a decrease in productivity based on partial productivity. To solve this problem, writer measures company productivity using the American Productivity Center or APC method. Measurement of productivity includes Return On Assets or ROA, depreciation, profit, productivity, profitability and improvement in material prices, labor, energy, capital and total input. From measurements carried out during the milling season in July to October 2016 as the base period, the productivity index of Sugar Factory Tasik Madu increased by 23,45%. The profitability index from September to November 2017 experienced a slight increase of 7,71% because the price improvement index decreased by 12,75%. This happens because total of efficient energy use is 119,63% so the company is able to reduce capital expenditure by 8,91%. Sugar Factory Tasik Madu experiences ROA of 19,17% per year with a profit of Rp 9.295.446.201,00. Production inputs that require repairs are raw materials and capital as well as maintenance of production machinery. Key words: Price Improvement Index, Productivity Index, Profitability Index, Productivity, Return On Assets or ROA.
Kata Kunci : Indeks Perbaikan Harga, Indeks Produktivitas, Indeks Profitabilitas, Produktivitas, Return On Assets atau ROA.