Dinamika Perilaku Pengambilan Risiko pada Praktisi <i>Parkour</i>
HANDY AULIA ZHARFANI, Haryanta, S.Psi, M.A., Psikolog
2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika perilaku pengambilan risiko pada praktisi parkour. Parkour adalah seni berpindah tempat yang bertujuan untuk melewati halangan dan rintangan secara cepat dan efisien. Parkour merupakan olahraga yang tergolong ekstrem karena dapat mengakibatkan cedera parah hingga meninggal dunia jika terjadi kecelakaan. Meskipun begitu, praktisi parkour tidak jarang melakukan gerakan-gerakan yang berisiko tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi untuk mengungkap secara detail pengalaman informan penelitian dan bagaimana mereka memaknai pengalamannya tersebut. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan observasi. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini dibuat dalam bentuk transkrip kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktisi parkour tidak semata-mata melakukan gerakan-gerakan yang berisiko tinggi secara impulsif, melainkan mereka selalu melakukan asesmen tingkat risiko dari gerakan tersebut dengan menggunakan imagery dan meminimalisasi risiko yang dapat terjadi terlebih dahulu sebelum melakukan gerakan tersebut.
The purpose of this study is to examine the dynamics of risk-taking behavior among parkour practitioners. Parkour is an art of movement to overcome obstacles rapidly and efficiently. Parkour is classified as an extreme sport because it can cause severe injury to death in the event of an accident. Even so, parkour practitioners often do high-risk movements. This study uses phenomenological qualitative research methods to explore the experience of research informants and how they interpret their experience. The data in this study were collected using interviews and observations. The data in this study were analyzed using phenomenological approach. The results of this research were made in the form of transcripts and then analyzed thematically. The results of this study shows that parkour practitioners do not do high-risk movements impulsively, but they always assess the risk level of the movement using imagery and minimize the risks that could be happened first before doing so.
Kata Kunci : freerunner, freerunning, parkour, perilaku pengambilan risiko, traceur