Laporkan Masalah

PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PULAU JAWA

CHANA KHOS AMELIYANA, Dr. R. Y. Kun Haribowo Purnomosidi, S.E., M.Si

2019 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN

Pulau Jawa sebagai pulau yang memiliki jumlah penduduk terpadat di Indonesia tidak terlepas dari masalah ketenagakerjaan khususnya pada tingkat kesempatan kerja diantaranya peningkatan angkatan kerja yang lebih tinggi daripada penyerapan tenaga kerja. Upaya peningkatan penyerapan tenaga kerja tentunya tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti upah minimum provinsi, PDRB dan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upah minimum provinsi, PDRB dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Pulau Jawa tahun 2008-2017 baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode observasi 2008- 2017. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan model regresi fixed effect dan modifikasi Tipologi Klassen. Data diolah dengan menggunakan Eviews 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisian 1.1336 dan signifikansi 0,0006. Rata-rata upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien -10,5288 dan signifikansi 0,1615. Investasi berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja dengan koefisien 16,6247 dan signifikansi 0,0000. Produk Domestik Bruto sektoral, rata-rata upah minimum provinsi dan investasi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap Kesempaan Kerja dengan nilai F statistik 3,140.632 dan signifikansi 0,0000.

Java as an island that has the most populous population in Indonesia is inseparable from special employment problems at the level of employment. Efforts to increase labor savings can not be separated from the factors that influence it, such as provincial minimum wages, GDP and investment. Minimum province, GRDP and investment in labor investment in Java in 2008-2017 both partially and simultaneously. This study uses secondary data with the 2008-2017 observation period. The data used is sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and. The analysis used is the analysis of regression panel data with a fixed effect regression model and modification of the classology typology. Data is processed using Eviews 8. The results showed that Gross Domestic Product had a positive and significant effect on labor with coefficients of 1.1336 and significance of 0.0006. The average provincial minimum wage has a negative and not significant effect on labor with a coefficient of -10.5288 and significance of 0.1615. Investment has a positive effect on labor conversion with a coefficient of 16.6247 and a significance of 0.0000. Sectoral Gross Domestic Product, the average provincial minimum wage and investment together are equally important for Employment with a statistical F value of 3,140,632 and a significance of 0.0000.

Kata Kunci : Penyerapan Tenaga Kerja, Upah Minimum Provinsi, Produk Domestik Regional Bruto, Investasi

  1. D3-2019-400894-abstract.pdf  
  2. D3-2019-400894-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-400894-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-400894-title.pdf