Laporkan Masalah

Tinjauan Hukum Mengenai Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Gunung Pengger oleh Koperasi Noto Wono

WILDAN MUSHAB B., Dr. Rr. Dinarjati Eka Puspitasari, S.H., M.Hum.

2019 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pelaksanaan wisata alam Gunung Pengger oleh Koperasi Noto Wono di area Hutan Lindung Mangunan khususnya sebagai upaya pemanfaatan hutan melalui jasa lingkungan serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaan wisata alam tersebut. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pendekatan yuridis empiris. Penelitian yang dilakukan memadukan data sekunder yang diperoleh dari buku-buku, artikel-artikel dan peraturan perundang-undangan dengan data primer yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif yang kemudian dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pelaksanaan jasa lingkungan melalui wisata alam oleh Koperasi Noto Wono dan Operator Gunung Pengger telah sesuai dengan Undang-Undang No 6 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Kehutanan No P.22/Menhut/II/2012 tentang Pedoman Kegiatan Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam serta Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No 5 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Pemanfaatan Hutan Produksi dan Hutan Lindung serta Kerja Sama dan Perizinan Pemanfaatan Taman Hutan Raya, meskipun terdapat sedikit kekurangan mengenai pelaksanaan luas sarana wisata alam. Rendahnya kualitas SDM, kurangnya tenaga profesional bidang kelembagaan dan kurator pengembangan wisata, kurangnya aksesibilitas pariwisata dan sulitnya pengadaan air bersih menjadi kendala yang dihadapi Koperasi Noto Wono dan Operator Gunung Pengger dalam melaksanakan wisata alam di area Hutan Lindung Mangunan.

The purpose of this research is to determine the implementation of the Gunung Pengger natural tourism by Noto Wono Cooperative in Protected Forest of Mangunan area, specifically as an effort to utilize forest area through environmental services and identify any obstacles emerged in the implementation of natural tourism. The research conducted is desciptive with an empirical juridical approach. The research combine secondary data obtained through library research from books, articles, and regulations with primary data obtained through field research. The data obtained are then analyzed using qualitative methods which are then elaborated descriptively. Results of the research indicate that implementation of environmental services through natural tourism by Noto Wono Cooperative and operators of Gunung Pengger is in accordance to regulations based on Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2007 and Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.22/Menhut/II/2012 about Guidelines in Business Activity of Environmental Services on Natural Tourism, also to Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2018 about Cooperation in Utilization of Production Forest and Protected Forest, and Cooperation and Permit on Utilization of Forest Park, even though there are few shortcomings found such as implementation of natural tourism�¢ï¿½ï¿½s space, the low quality of human resources, the lack of professionals on institutional and curator of tourism development, the lack of tourism accessibility, and difficulty on providing clean water. Those are obstacles faced by Noto Wono Cooperative and Operators of Gunung Pengger in the implementation of natural tourism in Protected Forest of Mangunan area.

Kata Kunci : pemanfaatan jasa lingkungan, wisata alam, hutan lindung

  1. S1-2019-351904-abstract.pdf  
  2. S1-2019-351904-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-351904-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-351904-title.pdf