Laporkan Masalah

Peran Karang Taruna Giri Putra Bhakti dalam Pengembangan Taman Wisata Genilangit di Desa Genilangit, Kabupaten Magetan

Faridah Nur Istiqomah, I Made Krisnajaya, S.I.P., M.Pol.Admin.

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Taman Wisata Genilangit merupakan salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Magetan yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Giri Putra Bhakti Desa Genilangit. Karang Taruna yang sempat mengalami mati suri sekitar sepuluh tahun tersebut, kembali bangkit dengan membawa gebrakan besar melalui pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia, khususnya para pemuda Desa Genilangit ke dalam sektor pariwisata. Penelitian ini berusaha mengggali lebih dalam terkait peran apa saja yang telah dimainkan oleh Karang Taruna Giri Putra Bhakti serta hambatan yang dihadapi di setiap tahapan perkembangan pada siklus hidup destinasi Taman Wisata Genilangit. Selanjutnya, penelitian ini membagi perkembangan Taman Wisata Genilangit menjadi tiga tahapan yaitu tahap eksplorasi, tahap keterlibatan, dan tahap pengembangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna Giri Putra Bhakti merupakan aktor sentral yang berperan besar terhadap pengembangan Taman Wisata Genilangit. Pada tahap eksplorasi mereka berhasil memainkan peran sebagai inisiator dan fasilitator. Pada tahap keterlibatan memainkan peran sebagai fasilitator, representasi, edukator, wirausaha, dan koordinator. Serta pada tahap pengembangan mereka memainkan peran fasilitator, representasi, wirausaha, dan koordinator. Berdasarkan peran-peran tersebut, terdapat peran yang sudah optimal yang telah dimainkan yaitu peran wirausaha. Sedangkan peran yang perlu dioptimalkan lagi yaitu peran representasi. Penelitian ini juga menemukan adanya satu temuan peran baru yaitu peran inisiator di tahap eksplorasi. Adanya peran besar yang telah dimainkan oleh Karang Taruna Giri Putra Bhakti menunjukkan bahwa sebenarnya Karang Taruna dapat dijadikan sebagai alternatif untuk mengembangkan potensi wisata desa. Adapun hambatan yang ditemukan pada proses pengembangan Taman Wisata Genilangit yaitu adanya keterbatasan biaya untuk modal pengembangan, rendahnya sumber daya pengelola seperti tingkat pengetahuan dan keterampilan, dan kurangnya dukungan dari Pemerintah Daerah.

Taman Wisata Genilangit is one of the new tourism destinations in Magetan Regency which is developed by a youth organization named Karang Taruna Giri Putra Bhakti, Desa Genilangit. The Karang Taruna that has been in a state of "suspended animation" for ten years old rose again by bringing a big strike through the utilization of natural resources and human resources, especially the involvement of the youth in the tourism sector. This research attempts to dig deeper into what roles have been played by the youth and the obstacles faced in each stage of development in the life cycle of Taman Wisata Genilangit. Furthermore, this research categorizes the development of Taman Wisata Genilangit into three stages, namely the exploration stage, involvement stage, and development stage. The research method used is a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The result shows that Karang Taruna Putra Bhakti is the central actor that plays a big role in the development of Taman Wisata Genilangit. In the exploration stage, they managed to play the role of initiator and facilitator. In the involvement stage, they managed to play the role of facilitator, representation, educator, entrepreneur, and coordinator. Then in the development stage, they managed to play the role of facilitator, representation, entrepreneur, and coordinator. Based on these roles, there is one role that has been done optimally, that is the role of entrepreneur. Meanwhile, a role that needs to be optimized is the role of representation. This research also found a new role finding that is the role of initiator in the exploration stage. The big roles managed by Karang Taruna Giri Putra Bhakti explain that Karang Taruna can be an alternative to develop tourism potential in the village. As for the obstacles found in the development process there are limited costs for the development capital, low management resources such as knowledge and skills, and lack of support from the local government.

Kata Kunci : Peran Karang Taruna, Organisasi Kepemudaan, Pengembangan Destinasi Wisata, Siklus Hidup Destinasi Wisata.

  1. S1-2019-381318-abstract.pdf  
  2. S1-2019-381318-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-381318-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-381318-title.pdf