Laporkan Masalah

PENERAPAN ASAS KEKELUARGAAN DALAM PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM DI KOPERASI SIMPAN PINJAM UTAMA KARYA KABUPATEN MAGELANG

Yora Latifah Arum, Sa'ida Rusdiana, S.H., LL.M

2019 | Skripsi | S1 HUKUM

Perkembangan pada sektor perekonomian salah satunya ditandai dengan munculnya berbagai jenis koperasi di Indonesia. Salah satu koperasi yang mengalami perkembangan pesat dan masih aktif adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya di Kabupaten Magelang. Kegiatan utama KSP Utama Karya adalah pemberian pinjaman. Dalam praktiknya, seringkali terjadi permasalahan dalam perjanjian pinjam meminjam sehingga menimbulkan wanprestasi. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi seorang debitur wanprestasi sekaligus melihat apakah dalam penyelesaiannya telah diterapkan asas kekeluargaan. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yaitu mengenai penerapan ketentuan hukum yang berlaku serta kaitannya dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan sumber data meliputi data primer dan data sekunder melalui Teknik pengumpulan data berupa studi lapangan dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, faktor � faktor yang menyebabkan debitur wanprestasi dalam pelaksanaan perjanjian pinjam meminjam uang di Koperasi Simpan Pinjam Utama Karya berasal dari faktor internal koperasi dan faktor yang berasal dari debitur itu sendiri. Penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui dua jalur yaitu litigasi dan non-litigasi, namun Koperasi Simpan Pinjam senantiasa mengutamakan upaya non-litigasi melalui musywarah dengan mekanisme Petugas Dinas Lapangan dan Divisi Risiko Kredit guna menjunjung tinggi diterapkannya asas kekeluargaan sebagaimana amanah UU Perkoperasian.

One of milestones in the growth of economic sector in Indonesia is the emergence of various type of cooperatives. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Utama Karya at Magelang regency is one of the cooperative that experiences rapid development. The main activity of KSP Utama Karya is giving loan. However, in practice a problem often occurs and creates non-performing loans. Therefore this research aims to find the factors that influence default and at the same to see the implementation of family principles as mandated by the Cooperative Law. This research is juridical-empirical research i.e about the implementation of the legal terms and its relation of society life. It uses data sources ranging from primary to secondary sources using the methods of field studies and literature review. This research founded that first, the cause of non-performing loans in KSP Utama Karya are internal factors and creditor factors. Internal factors include the carelessness of KSP Utama Karya in analysing the loan term and the weakness of KSP Utama Karya management. Creditor factors included the creditor� negligence and intention. Second, Default settlement was done through two lines, namely litigation and non-litigation, but the Savings and Loan Cooperative always prioritizes non-litigation efforts through deliberation with the mechanism of Petugas Dinas Lapangan and Divisi Risiko Kredit to uphold the implementation of family principles as mandated by the Cooperative Law.

Kata Kunci : perjanjian, perjanjian pinjam meminjam, wanprestasi, koperasi, asas kekeluargaan

  1. S1-2019-377681-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377681-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377681-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377681-title.pdf