Laporkan Masalah

STRATEGI NEGOSIASI PENGELOLAAN INDUSTRI SEMEN DI KECAMATAN GUNEM, KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH

Sari Almira Margis, Novi Paramita Dewi, S.IP, MDP

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Pada tahun 2010 PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk berencana membangun pabrik semen dan melakukan penambangan di kawasan Pegunungan Kendeng yang berlokasi di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Rencana pembangunan pabrik semen dan penambangan tersebut menimbulkan konflik di masyarakat. Masyarakat Kendeng menolak rencana pembangunan pabrik semen dengan melakukan berbagai aksi-aksi penolakan. Penolakan tersebut dilakukan lantaran masyarakat Kendeng ingin menjaga ekosistem dan melestarikan alam yang ada di kawasan Pegunungan Kendeng. Penelitian ini berupaya menggambarkan penyelesaian konflik menggunakan negosiasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori konflik dan teori negosiasi. Pada teori konflik dijelaskan terkait pengertian konflik dan faktor-faktor penyebab konflik. Kemudian untuk teori negosiasi dijelaskan terkait pengertian dari negosiasi, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melakukan negosiasi, tahapan-tahapan dalam negosiasi, dan beberapa strategi dari negosiasi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, negosiasi yang dilakukan tidak kunjung memperoleh hasil. Konflik tersebut mengalami eskalasi terus-menerus dan tidak menemui satu titik kesepakatan. Grafik yang terjadi dalam konflik ini terus naik dan proses negosiasi yang telah dilakukan juga tidak mampu menghasilkan apa-apa. Hal ini dikarenakan semua pihak bersihkeras dengan pendiriannya masing-masing. Selain menggunakan negosiasi, penyelesaian konflik dapat juga diselesaiakan dengan arbitrase. Penyelesaian konflik menggunakan arbitrase merupakan suatu pilihan yang bijak. Hal ini lantaran putusan yang dihasilkan bersifat mengikat, final, dan mandiri dimana setiap pihak harus melaksanakan putusan tersebut secara sukarela.

In 2010, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk planned to build cement factory and did mining in Kendeng Mountains that located in Gunem, Rembang Regency, Central Java. The plan to build a cement factory and mining caused a conflict in a community. Kendeng Residents rejected the plan to build a factory by doing refusal actions. The rejection was done because Kendeng citizens wanted to protect the ecosystem and preserve nature in the Kendeng Mountains area. This study seeks to describe conflict resolution by negotiation. In this study researcher used conflict theory and negotiation theory. Conflict theory explained the definition of conflict and factors that caused conflict. Then, the negotiation theory explained definition of negotiation, term that needed to negotiate, steps of negotiation, and several strategies of negotiation. The research method uses qualitative method with a descriptive approach. Based on the result of the research that has been done in the field, negotiations carried out did not give any result. The conflict was in continous escalation and did not meet any point of agreement. The graphics that occur in this conflict continue to rise and the negotiation process that has been carried out was also not able to produce anything. It’s because all parties insisted on their perspective standpoints. In addition to using negotiations, conflict resolution can also be resolved by arbitrage. Conflict resolution that used arbitrage is wise choice. It’s because the output of the decision is binding, final, and independent in which each partiy much implement the decision voluntarily.

Kata Kunci : Kata kunci: pembangunan pabrik semen, konflik, strategi negosiasi.

  1. S1-2019-378605-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378605-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2019-378605-title.pdf  
  4. SI-2019-378605-bibliography.pdf