Laporkan Masalah

Evaluasi Efektivitas Program Kemitraan Toko Milik Rakyat (Tomira) di Kabupaten Kulonprogo

MUHAMMAD HAKIM AFGHANI, Dr. Ratminto, M.Pol. ADMIN.

2019 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini bertujuan unutk menilai efektivitas kemitraan Tomira. Sejak dibentuk pertama kali pada tahun 2014, perkembangan Tomira di Kabupaten Kulonprogo selalu meningkat hingga pada tahun 2018 telah berdiri 16 Tomira. Kemitraan Tomira bertujuan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat sehingga dirancang agar terdapat pelatihan kepada koperasi dan UMKM, disediakan ruang 20% disetiap gerai Tomira bagi produk UMKM, dan diberikan pinjaman modal. Implementasi kemitraan Tomira menunjukkan bahwa sudah terdapat fasilitasi, pemantauan, dan evaluasi dari pemerintah, peminjaman modal dari swasta tetapi produk di gerai Tomira belum memenuhi 20%, varian dan inovasi produk sedikit, dan motivasi dan keterampilan pengusaha rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pendekatan evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah formal, tipe sumatif, dan variasi hasil retrospektif. Desain metode evaluasi yang digunakan adalah Single Program Before-After. Penilaian efektivitas program kemitraan Tomira dalam penelitian ini didasarkan pada indikator keberhasilan yang tertuang di Perkadinas No. 518/808/IX/2016 dan instrumen program kemitraan Tomira dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemitraan Tomira efektif dalam mewujudkan tujuan yaitu pemberdayaan swasta kepada koperasi dan UMKM tetapi belum signifikan dan terwujudnya tujuan tersebut disebabkan instrumen program. Indikator keberhasilan menghasilkan produk yang standar menunjukkan bahwa kemitraan Tomira mampu mendorong UMKM untuk menghasilkan produk UMKM yang standar dan bisa dijual di gerai Tomira. Indikator keberhasilan meningkatnya kualitas dan kuantitas SDM koperasi dan Tomira menunjukkan bahwa kualitas SDM UMKM meningkat walaupun SDM koperasi tidak sedangkan kuantitas SDM UMKM tidak meningkat dan SDM koperasi meningkat. Indikator keberhasilan mampu mengakses permodalan secara mandiri menunjukkan bahwa UMKM dan koperasi sudah mampu mengakses permodalan secara mandiri walaupun UMKM ada yang mengakses modal bukan dalam jaringan kemitraan Tomira. Indikator keberhasilan terakhir adalah mampu membangun jaringan pemasaran produk UMKM yang terwujud dengan kemampuan koperasi kerja sama dengan UMKM untuk menjual produknya di Tomira dan bertambah setiap tahun serta UMKM yang mampu menjual produknya hampir di seluruh Tomira. Penelitian ini membutuhkan penelitian lanjutan terutama dalam metode desain evaluasi untuk mendapatkan model yang tepat untuk evaluasi program kemitraan Tomira.

This study aims to assess the effectiveness of the Tomira partnership. Since 2014, Tomira development in Kulonprogo Regency always increased. In 2018, 16 Tomira has been established in Kulonprogo Regency. The Tomira partnership has an objective to realize economic independence of the people so it's designed to provide training for cooperatives and SMEs, provide 20% space in each Tomira for SMEs product, and provided with capital loans. Implementation of the Tomira partnership showed that there's already facilitation, monitoring, and evaluation from government, the capital loan from the private sector but SMEs product at Tomira doesn't reach 20%, low variants and little innovations, and low motivation and skill of SME entrepreneur. This study used qualitative methods with a case study approach. Data collection is done by interview, observation, and documentation. The evaluation approach used in this study is formal, summative type and variation in retrospective results. The design of the evaluation method used is Single Program Before-After. The assessment of the effectiveness of the Tomira partnership program in this study is based on indicators of success as stated in Perkadinas No. 518/808 / IX / 2016 and Tomira's partnership program instruments with changes in the community. The results of this study indicate that the Tomira partnership is effective in realizing the goal of empowering by the private sector to cooperatives and SMEs but not yet significant and the realization of these objectives is due to the instrument program. The indicator of the success of producing a standard product showed that the Tomira partnership is able to encourage SMEs to produce standard SMEs products and can be sold at Tomira outlets. Indicators of success in increasing the quality and quantity of cooperative and Tomira human resources indicate that the quality of SMEs human resources is increasing even though cooperative human resources is not, while the quantity of SMEs human resources not increase and cooperative human resources increase. The indicator of the success of being able to access capital independently shows that SMEs and cooperatives have been able to access capital independently even though SMEs have access to capital not in the Tomira partnership network. The last indicator of success was being able to build a marketing network for SMEs products that realized with the cooperative ability to collaborate with SMEs to sell their products in Tomira and increase each year as well as SMEs that are able to sell their products in almost all of Tomira. This research requires further research, especially in evaluation design methods to get the right model for evaluation of the Tomira partnership program.

Kata Kunci : Evaluasi kebijakan, efektivitas kebijakan, kemitraan Toko Milik Rakyat (Tomira)

  1. S1-2019-384103-abstract.pdf  
  2. S1-2019-384103-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-384103-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-384103-title.pdf