Evaluasi Lokasi Halte Park and Ride Trans Jogja di Kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta (Kasus : Halte Park and Ride Ambarketawang)
Ramadhani Nuresa Putri, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP
2019 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAAngkutan umum Trans Jogja yang terintegrasi dengan fasilitas park and ride merupakan upaya manajemen transportasi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di perkotaan Yogyakarta. Fasilitas park and ride yang terintegrasi tersebut salah satunya berada di Halte Ambarketawang (Gamping). Keberadaan fasilitas park and ride ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memarkirkan kendaraan pribadinya dan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum Trans Jogja. Namun, hingga saat ini penggunaan fasilitas park and ride masih rendah. Hal tersebut diduga karena lokasi yang kurang sesuai. Maka dari itu, penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kesesuaian lokasi fasilitas park and ride di Halte Ambarketawang (Gamping). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kuantitatif-deskriptif dengan teknik simple random sampling. Jumlah responden yang dibutuhkan yaitu sebanyak 176 orang, terdiri dari 76 komuter dan 100 masyarakat sekitar Halte Ambarketawang (Gamping) dimana masing-masing responden diminta untuk mengisi kuesioner. Untuk menganalisis data, dilakukan tiga tahap, yaitu mengidentifikasi karakteristik responden, menganalisis perjalanan dengan OD Cost Matrix dan Closest Facility, serta menganalisis kesesuaian lokasi Halte Ambarketawang (Gamping). Berdasarkan hasil analisis tersebut, diketahui bahwa fasilitas park and ride di Halte Ambarketawang (Gamping) sudah berada di lokasi yang sesuai. Temuan tersebut juga didukung dengan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Namun, dari hasil analisis diketahui juga bahwa penggunaan fasilitas park and ride yang masih rendah dikarenakan tingkat kepemilikan kendaraan yang rendah pula. Pada akhirnya, hal tersebut menyerbabkan Halte Ambarketawang (Gamping) justru lebih berfungsi sebagai titik transit daripada park and ride.
Trans Jogja integrated with park and ride facilities is a transportation management effort to reduce traffic density in the city of Yogyakarta. One of the integrated park and ride facilities is in the Ambarketawang (Gamping) bus stop. The existence of the park and ride facilities are intended so that people can park their private vehicles and continue the journey using Trans Jogja. However, until now the use of park and ride facilities are still low. This is allegedly due to the location that is not suitable. Therefore, this study intends to determine the suitability of the location of the park and ride facility at Ambarketawang (Gamping) Shelter. The method used in this study is deductive quantitative-descriptive with simple random sampling technique. The number of respondents needed is as many as 176 people, consisting of 76 commuters and 100 people around the Ambarketawang (Gamping) Shelter where each respondent was asked to fill out a questionnaire. To analyze the data, three stages were carried out, namely identifying the characteristics of the respondent, analyzing the trip with the OD Cost Matrix and Closest Facility, and analyzing the suitability of the Ambarketawang (Gamping) Shelter location. Based on the results of the analysis, it is known that the park and ride facilities at Ambarketawang (Gamping) Shelter are already in the appropriate location. These findings are also supported by pre-existing theories. However, from the results of the analysis, it is known that the use of park and ride facility is still low due to the low level of vehicle ownership. In the end, this caused the Ambarketawang (Gamping) Shelter to function more as a transit point than park and ride.
Kata Kunci : park and ride, halte, angkutan umum, Trans Jogja, Yogyakarta/park and ride, shelter, public transport, Trans Jogja, Yogyakarta