Observasi Penyimpanan Vaksin di Instalasi Farmasi dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Sleman
Nisrina Nabiila Balqis, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt.
2019 | Skripsi | S1 FARMASIPenyimpanan vaksin yang benar merupakan komponen yang penting untuk menjaga kualitas vaksin. Agar vaksin yang diberikan kepada pasien adalah vaksin yang memiliki potensi yang cukup untuk memberikan perlindungan. Penyimpanan vaksin menggunakan suatu sistem yang dinamakan sistem rantai dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen rantai dingin dalam penyimpanan vaksin dan pengetahuan pengelola vaksin tentang rantai dingin di Instalasi Farmasi dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan suatu penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari Instalasi Farmasi, 25 Puskesmas, dan 4 Bidan Praktek di Kabupaten Sleman. Pengumpulan data diperoleh dari observasi langsung, wawancara dan pengisian kuesioner. Data kemudian dianalisis secara statistik berupa persentase. Data disajikan dalam bentuk tabel dan narasi yang menggambarkan penyimpanan vaksin dan pengetahuan pengelola vaksin tentang rantai dingin. Masih terdapat aspek yang kurang baik pada penyimpanan vaksin di Instalasi Farmasi dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Sleman. Sebanyak 20% subjek penelitian belum memiliki termometer eksternal dan freeze tag. Masih terdapat 13,3% subjek penelitian yang tidak mempunyai generator. Selain itu penataan vaksin pada 13,3% subjek penelitian belum sepenuhnya mengikuti pedoman yang berlaku. Pengetahuan petugas pengelola vaksin tentang Shake test, kondisi VVM vaksin, dan penggolongan vaksin berdasarkan sensitivitas suhu masih kurang baik. Persentase terendah adalah 53,3% untuk pertanyaan tentang penggolongan vaksin berdasarkan sensitivitas suhu.
Vaccine storage, the cold chain system, is an important component to maintain vaccine quality. Accordingly, the vaccine given to patients is a vaccine that has sufficient potential for giving protection. This study aimed to examine vaccine cold chain management and health staff knowledge of cold chain vaccine management in Pharmacy Installations and First Level Health Facilities in Sleman Regency, Yogyakarta Province. This study was an observational study with a cross-sectional study approach. The data collected consists of quantitative and qualitative data which was collected from Pharmacy Installations, 25 Public Health Centres, and 4 Midwives in Sleman Regency. Data was obtained from direct observation, interviews and filling out questionnaires. Data was analyzed by descriptive statistic. Data is presented in the form of tables and narratives which describe the vaccine storage and vaccine manager knowledge about the cold chain. This study found an unfavorable aspects of vaccine storage in Pharmacy Installations and First-Level Health Facilities. As many as 20% of the research subjects did not have external thermometers and freeze tags. There are still 13.3% of research subjects who do not have generators. In addition, arrangement of vaccines inside the refrigerator in 13.3% of research subjects has not fully followed applicable guidelines. Regarding, the knowledge of vaccine management about the Shake test, VVM (Vaccine Vial Monitor), it was found that the classification of vaccines based on temperature sensitivity was included in not good criteria which was as low as 53.3%.
Kata Kunci : penyimpanan vaksin, rantai dingin, instalasi farmasi, fasilitas kesehatan tingkat pertama