Laporkan Masalah

Hubungan antara Kualitas Hidup dengan Kadar Glukosa Darah Puasa dan Inflamasi Kronik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kabupaten Sleman Yogyakarta

SALSABILA AISYAH, Perdana Samekto T. S., M.Sc, RD; Rio Jati Kusuma, S.Gz, MS

2019 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang bersifat kronik yang membutuhkan intervensi seumur hidup dalam manajemen penyakitnya. Dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang akan menyebabkan pasien memiliki keterbatasan kemampuan fisik, psikologis, dan kognitif dalam fungsi harian. Keadaan ini dapat berdampak pada kualitas hidup pasien, sehingga pada pasien diabetes mellitus sebisa mungkin kualitas hidup yang baik harus dipertahankan karena sangat penting berkaitan dengan pengelolaan penyakit dan pengobatannya. Tujuan: mengetahui hubungan antara kualitas hidup dengan kadar glukosa darah puasa dan inflamasi kronik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 87 pasien diabetes mellitus tipe 2 yang berusia di atas 31 tahun di Puskesmas Depok 2, Puskesmas Depok 3, dan Klinik DK di Sleman, Yogyakarta. Instrumen WHO Five Well-Being Index (WHO-5) dan Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) digunakan untuk menentukan skor kualitas hidup. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian tentang hubungan kualitas hidup berdasarkan hasil skor WHO-5 dengan kadar glukosa darah puasa didapatkan nilai p value = 0,365 dan hubungan antara kualitas hidup berdasarkan hasil skor GAD-7 dengan kadar glukosa darah puasa didapatkan nilai p value = 0,801. Sedangkan hubungan antara kualitas hidup bersadarkan hasil skor WHO-5 dengan inflamasi kronik diperoleh nilai p value = 0,531 dan hubungan antara kualitas hidup berdasarkan hasil skor GAD-7 dengan inflamasi kronik diperoleh nilai p value = 0,574. Hasil dapat dipengaruhi oleh variabel pengganggu yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan kadar glukosa darah puasa dan inflamasi kronik.

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease that requires lifelong intervention and management. In long term, diabetes can cause several complications that would affect patient’s daily physical and psychological capabilities as well as cognitive function. This condition would also affect patient’s quality of life and therefore it is essential for the patient to maintain it through diabetes management and treatment. Objective: To determine correlation between quality of life, fasting blood glucose, and chronic inflammation on type 2 diabetes mellitus patients at Sleman, Yogyakarta. Method: This study is an cross-sectional analytic study. Sampling was done with purposive sampling method. Sample consisted of 87 type 2 diabetes mellitus patients aged above 31 years old from Puskesmas Depok 2, Puskesmas Depok 3, and Klinik DK at Sleman, Yogyakarta. This study used WHO Five Well-Being Index (WHO-5) and Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) questionnaires to assess quality of life. Statistical analysis was done with Spearman correlation test. Result: The result shows correlation between quality of life, assessed with WHO-5, and fasting blood glucose has a p value = 0.365. Correlation between quality of life, assessed with GAD-7, and fasting blood glucose has a p value = 0.801. In addition, correlation between quality of life, assessed with WHO-5, and chronic inflammation has a p value = 0.531. Correlation between quality of life, assessed with GAD-7, and chronic inflammation has a p value = 0.574. The results may be interfered by confounding variables that are not included in this study. Conclusion: There is no significant correlation between quality of life with fasting blood glucose and chronic inflammation.

Kata Kunci : kualitas hidup, diabetes mellitus tipe 2, kadar glukosa darah puasa, inflamasi kronik, quality of life, type 2 diabetes mellitus, fasting blood glucose, chronic inflammation

  1. S1-2019-382966-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382966-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382966-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382966-title.pdf