ANALISIS SiLPA PADA PERHITUNGAN APBD KABUPATEN MANOKWARI TAHUN 2007 - 2009
Witri, Dr. Frtambang Nahartvo, M.Sc,
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomi PembangunanPenelitian ini tentang analisis SiLPA pada perhitungan APBD Kabupaten Manokwari tahun 2007-2009. Tujuan penelitian ini adalah (1) menentukan variabel-variabel yang menyebabkan teqadinya sisa lebih perhitungan anggaran di Kabupaten Manokwari; (2) meneliti prioritas variabel-variabel tersebut terhadap sisa lebih perhitungan anggaran dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis deskriptif (2) Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarican hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) Variabel-variabel yang menyebabkan teijadinya sisa lebih perhitungan anggaran di Kabupaten Manokwari adalah perencanaan anggaran yang buruk, faktor keterlambatan APBD Kabupaten Manokwari dan proses anggaran berbelit dan lama; (2) Berdasarkan hasil analisis AHP dapat disimpulkan bahwa perencanaan yang buruk temyata memiliki nilai prioritas yang tinggj variabel-variabel tersebut terhadap sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) pada perhitungan APBD Kabupaten Manokwari yaitu sebesar 62,35 persen. Menyusul kemudian faktor keterlambatan APBD Kabupaten Manokwari yang juga memiliki nilai prioritas yang cukup tinggi yaitu sebesar 22,06 persen dan akhimya proses berbelit dan lama menq)akan faktor sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) pada perhitungan APBD Kabupaten Manokwari yang tertinggi ketiga yaitu sebesar 15,59 persen. Kata Kunci: SiLPA, sisa anggaran, Analytical Hierarchy Process^ Manokwari.
This research aims to analyzes the SiLPA analysis on the calculation of Manokwari regency budget year 2007-2009. The objective of this research are: (1) determine the variables that cause more residual budget calculations in Manokwari, (2) examine the priorities of these variables against the rest of the budget with more calculation AH? (Analytical Hierarchy Process) method. The data used in this research were secondary and primary data. The tools to analyze the data used in this research were (I) descriptive analysis; (2) the Analytical Hierarchy Process (AHP). The conclusions of this research are (I) The variables that resulted in more residual budget calculations in Manokwari is a poor budget planning, Manokwari budget delay factor and the budget process complicated and more time, (2) Based on the results of AHP analysis can be concluded that poor budget planning turned out to have a high priority value of these variables on the remainder over the budget calculations (SiLPA) in Manokwari District budget calculation that is equal to 62.35 percent. The delay factor of Manokwari regency budget that also has a high enough priority value that is equal to 22.06 percent and finally the process complicated and more time is a factor the rest of the budget calculations (SiLPA) in Manokwari District budget calculation is the third highest in the amount of 15.59 percent. Keywords: SiLPA, remaining budget, Analytic Hierarchy Process, Manokwari
Kata Kunci : SiLPA, sisa anggaran, Analytical Hierarchy Process^ Manokwari