Laporkan Masalah

Pengaruh Penyuluhan dengan Metode Ceramah dan Pemberian Leaflet terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Swamedikasi

HIDAYAH OKTIANI, Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Kesalahan pengobatan sering terjadi di kalangan masyarakat. Sumber informasi berupa iklan obat di tv, majalah, atau koran yang menjadi faktor pendorong masyarakat dalam melakukan swamedikasi. Jika tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik maka dapat memunculkan medication error. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dan pemberian leaflet terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat, serta untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan peningkatan pengetahuan tentang swamedikasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-eksperimental dengan desain studi the-one-group-pre-test-post-test-design. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan data secara prospektif. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan pemberian penyuluhan serta leaflet. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2018 dengan melibatkan 82 responden di PKK Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Data diambil dengan pengisian kuesioner yang telah diuji validitasnya. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, uji paired t-test, uji korelasi chi square dan uji independent t-test. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi sebelum dilakukan intervensi (pre test)adalah 51,2% dan sesaat setelah diberikan intervensi (post test 1) tingkat pengetahuan masyarakat meningkat menjadi 61% serta sebulan setelah intervensi (post test 2) adalah 53,7%. Peningkatan pre test ke post test 1 menunjukkan 9,8% (p value: 0,000) dan dari pre test ke post test 2 terdapat peningkatan 2,5% (p value: 0,000), sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dan pemberian leaflet terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi. Namun demikian, dilihat dari karakteristik usia, pendidikan terakhir, dan pekerjaan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi.

Medication errors often occur in the community. Information from drug advertisements on tv, magazines, or newspapers are the driving factors for people in self-medication. If that information is not supported by good knowledge, it can bring up a medication error. The purpose of this study was to determine the level of public knowledge about self-medication and to determine the effect of counseling and leaflet on increasing community knowledge. This study also aimed to find out the relation between characteristics and knowledge incremental about self-medication. This type of research was a quantitative pre-experimental study with the-one-group-pre-test-post-test-design. The research design was cross sectional with prospective data collection.The research was conducted in October-December 2018 involving 82 respondents in community of PKK Subdistrict Mergangsan, District Yogyakartaby distributing questionnaires and also providing counseling and leaflets. Data was taken by filling out a questionnaire and the questioner has been tested for validity. Kolmogorov-Smirnov test, paired t-test, chi square correlation test and independent t-test was used to analyze the result of this study. The result of this study showed that the respondents with high knowledge of self-medication before the intervention was 51,2% and increased to 61% shortly after the intervention (first post test). A month after the intervention, second post test result was 53,7%. There were an increase of 9,8% (p value: 0,000) and 2,5% (p value: 0,000) from pre test to first post test and second post test respectively. In conclusion, there was an effect of counseling and leaflet intervention on increasing the community knowledge about self medication. However, based on the characteristics of age, education and employment show that there is no significant relation between the characteristics and increasing knowledge about self-medication.

Kata Kunci : swamedikasi, penyuluhan, leaflet, pengetahuan

  1. S1-2019-382157-abstract.pdf  
  2. S1-2019-382157-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-382157-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-382157-title.pdf