Laporkan Masalah

STRATEGI ADAPTASI WARNET DALAM TRANSFORMASI CYBERCULTURE: Studi Kasus Paradise Net, Sleman, D.I. Yogyakarta

ALI, Dr. Bambang Hudayana, M. A.

2019 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Di era modern ini, internet merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Salah satu hambatan terbesar untuk mengakses internet adalah keterbatasan infrastruktur. Warnet atau Warung Internet kemudian muncul sebagai solusi yang menyediakan infrastruktur untuk dapat terhubung dengan internet. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat kemudian juga diikuti dengan perkembangan infrastruktur yang cukup signifikan. Kini, hampir semua orang memiliki telepon seluler yang dapat mengakses internet dengan mudah. Selain itu, banyak ruang publik juga menyediakan hotspot baik gratis maupun berbayar agar semua orang dapat mengakses internet secara nirkabel dengan perangkat pribadi. Berangkat dari fakta tersebut, skripsi ini mengajukan dua pertanyaan utama. Pertama, apa saja dampak dari perubahan tersebut? Kedua, bagaimana Warnet beradaptasi dengan perubahan tersebut beserta dampaknya? Meminjam strategi riset dan paradigma materialisme kebudayaan yang diajukan oleh Marvin Harris, skripsi ini akan meneliti tentang transformasi infrastruktur dalam cyberculture, serta dampak dari transformasi tersebut kepada Warnet dan pelanggannya. Penelitian yang dilaksanakan pada bulan Februari-April 2019 ini menemukan bahwa transformasi cyberculture membawa perubahan kepada perilaku pengguna, di mana pengguna datang ke Warnet tidak semata untuk mengakses internet, tetapi juga untuk mencari nilai-nilai yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dampaknya, Warnet kemudian juga mengalami perubahan sebagai bentuk adaptasi, dalam rangka mempertahankan eksistensinya. Skripsi ini menarik kesimpulan bahwa strategi adaptasi yang diterapkan Warnet sebagai dampak dari transformasi cyberculture tidak lepas dari perubahan perilaku penggunanya.

In this modern era, internet is one of our basic daily needs. One of the biggest obstacle in accessing the internet is infrastructure limitation. Warnet, or what internationally is known as Internet Cafe, then emerged as a solution by providing infrastructure to access the internet. The rapid development of information technology then also followed by the significant growth of infrastructure. Now, almost everyone hold a cellphone in their hand, capable to access the internet easily. On the other hand, many public spaces also provide free and paid hotspot for everyone to use, to connect wirelessly to the internet with their own personal devices. Departing from those facts, this undergraduate thesis raises two main research questions. First, what are the impacts of said transformation? Second, how Warnet would adapt towards said transformation alongside its impacts? Borrowig the research strategy and paradigm of cultural materialism proposed by Marvin Harris, this undergraduate thesis investigates about infrastructural transformation within cyberculture, along with its impacts towards Warnet and its customers. This research which was conducted from February-April 2019 discovered the fact that the transformation of cyberculture brought about some changes in customers behaviour, in which the customers would come to Warnet not merely to access the internet, but also to seek for values which they need in their life. Consequently, Warnet then also undergo changes as a form of adaptation, in order to preserve its existence. This undergraduate thesis found that the adaptation strategy applied by Warnet as an impact of cyberculture transformation could not be separated from changes in customers' behavior.

Kata Kunci : Warnet, Cyberculture, Strategi, Adaptasi, Transformasi

  1. S1-2019-334845-abstract.pdf  
  2. S1-2019-334845-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-334845-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-334845-title.pdf