Laporkan Masalah

PENENTUAN LOKASI DEMPLOT PENGEMBANGAN BUDIDAYA BURUNG WALET DI KECAMATAN RONGKOP KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Yuniarko Yudoyono, Dr. Ir. Djuwantoko, M.Sc., Ir. Lies Rahayu W.F

1998 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Daerah pesisir di Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu potensi untuk pengembangan dan pengelolaan burung walet secara alami dan buatan. Pemilihan lokasi yang sesuai sangat menentukan keberhasilan pembudidayaan. Penentuan lokasi demplot pengembangan budidaya burung walet ditempatkan pada dusun-dusun yang berdekatan dengan habitat alami berdasarkan persepsi masyarakat dan faktor-faktor yang mendukung keberhasilannya, terutama aspek habitat. Waktu dan lokasi penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 1996 sampai Februari 1997 di dusun Wonotoro, Nujo dan Manggung Kecamatan Rongkop Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan survei langsung di lapangan menggunakan kuisioner sebagai data primer. Metode pengambilan data menggunakan sampel random atau acak, sedangkan pengolahan data menggunakan tabulasi yang dipersentase dari jawaban responden yang tersedia. Unsur habitat hanya sebagai data sekunder guna melengkapi data primer. Dari ketiga dusun , yaitu dusun Wonotoro, Nujo dan Manggung, diperoleh hasil 80% setuju dengan kegiatan tersebut yang meliputi dusun Wonotoro 100%, dusun Nujo 74% dan dusun Manggung 64%. Untuk penentuan lokasi demplot, jenis lahan termasuk kritis, vegetasi cukup bervariasi, topografi agak rata sampai bergelombang dan sumber air diambil dari sumur bawah tanah yang dikelola oleh pemerintah. Bimbingan dan penyuluhan secara intensif, terarah dan bijaksana dalam mengambil keputusan akan menunjang keberhasilan budidaya burung walet. Kesimpulan yang dapat diambil adalah dusun Wonotoro dipilih sebagai tempat pelaksanaan budidaya burung walet. Dusun ini memiliki persentase tertinggi dibandingkan dengan dua dusun yang lain. Dasar yang digunakan adalah letak lokasi habitat alami dengan pemukiman dan persepsi masyarakat. Faktor pendukung meliputi kondisi vegetasi di sekitar pemukiman masih baik, banyaknya tenaga kerja usia produktif, mobilitas penduduk dan aksesibilitas tinggi. Faktor penghambat meliputi mata pencaharian yang agraris dan tingkat perekonomian serta pendidikan yang rendah.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1998-85619-abstact.pdf  
  2. S1-FKT-1998-85619-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1998-85619-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1998-85619-title.pdf