STUDI PRESTASI KERJA PEMUATAN KAYU SECARA MANUAL DAN FORKLIFT LOADER (Studi Kasus di TPK Banjarejo KPH Ngawi)
Muhibbin Annas, Ir. Haryanto, M.S.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya upaya efisiensi kegiatan pemuatan kayu di TPK baik yang dilakukan secara manual maupun secara mekanis menggunakan forklift loader. Mengingat hal tersebut maka pemilihan penggunaan salah satu metode pemuatan harus mempertimbangkan segi kelayakannya. Salah satu pertimbangannya adalah segi kelayakan finansial oleh karena itu penelitian yang mendalam mengenai prestasi kerja kegiatan pemuatan kayu di TPK yang selanjutnya dikaitkan dengan biaya di antara kedua metode di atas menjadi perlu dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode time study dengan sistem continuous timing. Metode time study adalah pengamatan dan pencatatan waktu kerja yang dilakukan terhadap suatu proses kerja dimana seluruh proses pekerjaan dipisah-pisahkan ke dalam elemen-elemen kerja. Sedangkan sistem continuous timing adalah pencatatan waktu kerja yang dilakukan secara terus- menerus selama pekerjaan itu berlangsung. Selanjutnya dari hasil time study dikaitkan dengan volume hasil yang dikerjakan selama waktu yang bersangkutan akan diketahui prestasi kerjanya. Dari prestasi kerja dihubungkan dengan biaya yang dikeluarkan dari kedua metode pemuatan akan diketahui volume BEP (Break Even Point) yaitu volume pemuatan yang memberikan biaya total yang sama. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diketahui prestasi kerja pemuatan kayu secara manual, memindahkan kayu untuk melayani forklift loader dan pemuatan kayu menggunakan forklift loader pada sortimen kayu A HI masing- masing adalah 6.056 m3/ jam/ regu, 13,348 m3/ jam/ regu dan 13.445 m3/ jam. Sedangkan volume BEP bervariasi menurut diameter kayu berturut-turut untuk diameter kayu 30 - 39 cm, 40 - 49 cm, 50 - 59 cm dan 60 cm ke atas adalah 17.659,37 m3, 16.944,03 m3, 16.284,38 m3 dan 14.090,20 m3. Dengan demikian penggunaan forklift untuk pemuatan kayu di TPK Banjarejo secara finansial layak diterapkan.
Kata Kunci : pemuatan, prestasi kerja dan break even point