Laporkan Masalah

ANALISIS STRUKTUR DAN MAKNA UNGKAPAN YANG BERMAKNA KETIDAKPERLUAN DI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG

LUQYANA USI Q, Dr. Tatang Hariri, M.A.

2019 | Skripsi | S1 SASTRA JEPANG

Penelitian ini membahas struktur dan makna dari keenam jenis ungkapan yang bermakna ketidakperluanyang menyatakan ketidakperluan untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan, yaitu ~made (no koto) mo nai, ~koto wa nai, ~ni wa oyobanai, sore ni wa oyobanai, ~ni wa ataranai dan ~koto mo arumai. Data-data dalam penelitian ini diambil dari berbagai sumber dari buku dan website. Penulis menggunakan teori sintaksis dan semantik dan menganalisis data dengan menggunakan metode distribusional (metode agih). Metode agih adalah metode analisis yang alat penentunya ada di dalam dan merupakan bagian dari bahasa yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur & makna serta perbedaan & persamaan dari keenam jenis yang bermakna ketidakperluan meskipun sama-sama digunakan untuk menyatakan ketidakperluan melakukan sebuah aktivitas atau tindakan, terdapat persamaan dan perbedaannya dalam penggunaannya. Hasil dari analisis tersebut adalah 5 ungkapan yang dapat melekat pada kelas kata verba dan 1 ungkapan yang tidak melekat pada kelas kata verba. Keenam ungkapan tersebut digunakan untuk waktu sekarang dan untuk waktu yang akan datang, jarang ditemukan untuk waktu yang sudah lalu atau lampau. Perbedaan dari keenam jenis ungkapan tersebut berbeda dalam penggunaanya tergantung situasi atau kondisi yang sedang terjadi.

This research explained the structure and meaning of the six expressions of unnecessary which used to express the unnecessities to carrying out an activity namely ~made (no koto) mo nai, ~koto wa nai, ~ni wa oyobanai, sore ni wa oyobanai, ~ni wa ataranai, and ~koto mo arumai. The datas used in this research were collected from various books and websites that were then analyzed. The researcher used syntactic and semantic theories in this research and analyzed the datas using the distributional method (agih method). Distributional method (agih method) is an analysis method in which the factor tool is internal and is a part of the research language. This research aims to determine the structure and meaning of the six expressions of unnecessary and the similarities and differences of them as well. This is due to a reason that although the six expressions have the same purpose of use, they have particular similarities and differences. The results show that there are 5 expressions which can be attached to the verbs and 1 expression which is not attached to the verbs. The six expressions are used in the present and future tenses, and rarely used in the past tense. Differences from the six types of expressions differ in their use depending on the situation or condition that is happening.

Kata Kunci : made (no koto) mo nai, koto wa nai, ni wa oyobanai, sore ni wa oyobanai, ni wa ataranai, koto mo arumai, ungkapan, struktur, makna, sintaksis, semantik

  1. S1-2019-353079-abstract.pdf  
  2. S1-2019-353079-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-353079-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-353079-title.pdf