PERILAKU SOSIAL RUSA JAWA (Cervus timorensis russa, Mul & Schl) DI PENANGKARAN WANA WISATA WALUYA KARANGKATES, MALANG, JAWA TIMUR
Giri Asianto, Dr. Ir. Djuwantoko, M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPerilaku merupakan ekspresi akibat dari respon rangsang terhadap faktor faktor yang berpengaruh pada individu bersangkutan. Faktor rangsangan dapat berasal dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh individu. Perilaku satwa merupakan unsur penting dalam upaya pengelolaan. Upaya penangkaran rusa jawa di Wana Wisata Waluya Karangkates adalah tindakan nyata dari usaha konservasi sumberdaya alam bersifat ex-situ conservastion disamping upaya budidaya satwa liar. Faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan populasi sangat diperlukan dalam pengelolaan satwa liar secara optimal. Ketersediaan pakan, tempat berlindung, bermain dan tempat untuk kawin dalam penangkaran merupakan faktor luar yang secara langsung mempengaruhi perilaku satwa. Diungkapkan pula faktor yang mampu mempengaruhi kestabilan pertumbuhan populasi, laju pertumbuhan populasi, yang berhubungan langsung dengan kemampuan satwa dominan mengawini betina dalam kelompok, faktor kepemimpinan yang berkaitan dengan tingkat kondisi keamanan kelompok satwa dan penguasaan kawasan penangkaran tersebut oleh satwa yang membentuk kelompok yang kompak. Faktor-faktor berpengaruh dalam produktifitas satwa tersebut disesuaikan dengan tujuan pengelolaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab permasalahan umum di dalam program penangkaran, yaitu kurangnya informasi penting mengenai perilaku yang berpengaruh dalam aktivitas dan kemampuan produktivitas optimal dari segala aspek dalam penangkaran satwa liar. Harapan untuk mendapatkan besaran pertumbuhan optimum populasi dapat dicapai hingga pada kondisi stabil dalam penangkaran. Metode pembacaan fenomena alam berdasarkan tingkat kejadian di lapangan (scan technic) dipilih sebagai metode yang tepat dalam upaya mengungkapkan permasalahan diatas. Hasil penelitian teresebut menampilkan sejarah satwa liar dalam penangkaran, fungsi jantan dominan, jantan co dominan , betina leader, betinan co leader yang berperan dalam memenuhi fungsi-fungsi sosial dalam kelompok rusa di dalam penangkaran, antara lain: fungsi betina leader dan betina co-leader sebagai penjaga kondisi keamanan kelompok (warning signal agent) dalam proses pengembaraan satwa di dalam penangkaran untuk mencari kebutuhan hidupnya. Fungsi dari jantan dominan sebagi pejantan bagi harem-harem dalam populasi, sehingga vitalitas pejantan tersebut dapat merosot sesuai dengan perjalanan waktu. Pada saat kemerosotan vitalitas pejantan tersebut, maka fungsi jantan co dominan menggantikan jantan dominan sesuai tugas sosial di dalam kejadian seleksi alam. Hasil dari pengamatan diatas diharapkan mampu memberikan masukan kebijaksanaan baru dalam pengelolaan satwa liar yang ditangkarkan.
Kata Kunci : -