Laporkan Masalah

MANAJEMEN PEMELIHARAAN INDUK LAKTASI SAPI FRIESIAN HOLSTEIN DI FARM TEGALSARI BALAI BESAR PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK (BBPTU-HPT) BATURRADEN

WIDAYU SYAKINAH, Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si.,

2019 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Sapi Friesian Holstein mempunyai masa laktasi panjang dan produksi susu tinggi, serta kualitas produksi susu yang baik. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari mengenai manajemen pemeliharaan induk laktasi sapi Friesian Holstein di farm Tegalsari Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden. Materi tugas akhir adalah bagian dari kegiatan Peraktek Kerja Lapangan (PKL) tentang manajemen pemeliharaan induk laktasi sapi Friesian Holstein di farm Tegalsari BBPTU-HPT Baturraden pada tanggal 18 Februari sampai dengan 15 maret 2019. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah pengamatan secara langsung, wawancara, praktek langsung, dokumentasi dan pengambilan data recording sapi yang ada di BBPTU-HPT Baturraden. Data yang diambil meliputi perkandangan, pakan, produksi susu dan penanganan penyakit pada sapi laktasi. Hasil yang di peroleh adalah sebagai berikut, kandang sapi laktasi menggunakan kandang freestall dengan kemiringan lantai kandang 2%, sebanyak 57 ekor. Sapi laktasi merupakan sapi betina induk sewaktu mulai menyusui pascamelahirkan, dan seterusnya aktif memproduksi susu hingga akhirnya berhenti. Manajemen pakan terhadap sapi laktasi di BBPTU-HPT Baturraden menggunakan pakan hijauan dan konsentrat. Hijauan yang diberikan yaitu rumput gajah dan rumput raja. Konsentrat yang diberikan merupakan formulasi dari bungkil kelapa, bungkil kedelai, pollar, mineral, CGF, DDGS, onggok dan dedak. Pemberian pakan yang diberikan dua kali sehari sebanyak 40 kg/ekor. Produksi susu yang dihasilkan di farm Tegalsari dengan rata-rata 10-11 liter/ekor/hari atau sekitar 649,9 kg/laktasi dengan kadar lemak 3,2-3,5%. Penanganan penyakit dilakukan dengan mengatur pola pakan sapi, sanitasi kandang dilakukan dua kali sehari dan pemberian obat. Manajemen pemeliharaan induk laktsi di BBPTU-HPT Baturraden sudah cukup baik dikarenakan tidak adanya sapi yang mati pada masa pengambilan data, namun lebih meningkatkan sarana dan prasarana terhadap produksi susu dan memberikan tambahan pengetahuan beternak terhadap perawat ternak.

Holstein Friesian cows have long lactation and high milk production, as well as persistence of good milk production. This final assignment is aimed to know and learn about the management of the main maintenance of the Holstein Friesian Cow lactation in the farm Tegalsari Hall of the superior livestock breeding and forage livestock feed (BBPTU-HPT) Baturraden. The final task material is part of the field of Science (PKL) activities on the maintenance management of the Holstein Friesian Cow lactation in the farm Tegalsari BBPTU-HPT Baturraden on 18 February until 15 March 2019. The methods used for data collection are direct observation, interviews, direct practice, documentation and the retrieval of cow data recording in BBPTU-HPT Baturraden. The Data that is collected includes a percusder, feed, milk production and disease management in lactation cows. The results obtained are as follows, the lactation cow cage using the freestall cage with a floor slope of 2% cage, as much as 57 tails. The lactation cow is a suaktu female cow starting to breastfeed the patient, and so on is actively producing milk until it finally stops. The management of feed against the lactation cow in the BBPTU-HPT Baturraden using forage and concentrate feed. Given forage that is elephant grass and king grass. Concentrates are given as a formulation of coconut cake, soybean meal, pollar, mineral, CGF, DDGS, Onggok and Bran. Feeding given twice daily as much as 40 kg/tail. The production of milk produced in the farm Tegalsari with an average of 10-11 liters/tail/day or about 649.9 kg/lactation with a fat content of 3.2-3.5%. Disease management is done by regulating cow feed pattern, sanitary cage done twice daily and administration of drugs. The maintenance management of the parent lactation in BBPTU-HPT Baturraden is quite good because of the absence of cows that die at the time of data retrieval, but further improve the facilities and infrastructure of milk production and provide additional knowledge of livestock to livestock nurses.

Kata Kunci : Menejemen Pemeliharaan Induk Laktasi

  1. D3-2019-396412-abstract.pdf  
  2. D3-2019-396412-bibliography.pdf  
  3. D3-2019-396412-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2019-396412-title.pdf