Laporkan Masalah

PENENTUAN WAKTU STANDAR DAN PRESTASI KERJA KEGIATAN PENGANGKUTAN (Studi Kasus di BKPH Kedung Jambu, KPH Randublatung, Perum Perhutani unit I Jawa Tengah)

OKA WISNU RADITYO, Ir Haryanto, MS.

1998 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Penelitian ini dilakukan mengingat pentingnya aspek prestasi kerja dan waktu standar dari setiap elemen kegiatan eksploitasi hutan tanaman Jati di Jawa pada khususnya yang dikelola oleh Perum Perhutani. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pembayaran upah/gaji operator dan juga sebagai data bagi estimasi biaya yang akan dikeluarkan pihak perusahaan (Perum Perhutani). Ruang lingkup penelitian hanya terbatas pada elemen kegiatan eksploitasi hutan tanaman Jati dalam hal ini sub kegiatan pengangkutan di mana dalam hal ini digunakan asumsi bahwa kegiatan pengangkutan terdiri dari sub kegiatan pemuatan (loading), pengangkutan kayu dari hutan (TPn) ke Tempat penimbunan Kayu (TPK), dan pembongkaran (unloading) sebagai tiga elemen utama kegiatan pengangkutan. Di samping itu terdapat juga elemen kegiatan yang masuk dalam kategori cadangan (Allowance). Dari kedua elemen kegiatan tersebut dilakukan pengamatan waktu (lamanya) tiap elemen kegiatan tersebut berlangsung dengan menggunakan metode Nulstopmethods. Dalam hal ini diperhitungkan juga rating factor dari masing-masing operator dengan menggunakan metode Wastinghouse. Dari analisis data penelitian diperoleh data sebagai berikut: waktu standar kegiatan pengangkutan pada petak 78 b dengan jarak angkut ke TPK 6,9 km, muatan rata-rata: 5,783 mJ adalah 125,6 menit sehingga prestasi kerja standarnya 2,763 m3/jam atau 19,341 tn /hari. Sedangkan untuk petak 91 b dengan jarak angkut 10,4 km, muatan rata-rata 5,635 m3 adalah 128,768 menit sehingga prestasi kerja stcmdamya 2,626 m3/jam atau 18,381 m3 hari. Kedua data tersebut berdasarkan asumsi : 1 HOK = 7 jam. Sehingga dari hasil penelitian tersebut apabila operator berhasil melaksanakan setiap elemen kegiatan yang ada dalam waktu yang lebih singkat dari waktu standar tersebut di atas dan tentu saja dengan prestasi kerja yang lebih tinggi maka operator tersebut berhak mendapatkan premi dari perusahaan sebagai insentif atas prestasi kerjanya tersebut.

Kata Kunci : Prestasi Kerja, Waktu Standar, dan Insentif operator (Premi)

  1. S1-FKT-1998-85616-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1998-85616-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1998-85616-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1998-85616-title.pdf