PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SCION DAN UMUR POHON INDUK TERHADAP KEBERHASILAN GRAFTING JATI (Tectona grandis L.F.)
KHOMSATUN, Dr. Ir. H. Moch. Nai’em, Ir. Eny Faridah M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk : 1). Mengetahui perbedaan respon dari berbagai lama penyimpanan mata tunas yang digunakan, 2). Mengetahui perbedaan respon dari beberapa kelas umur pohon yang digunakan terhadap keberhasilan grafting jati. 3). Mengetahui adanya pengaruh interaksi antara lama penyimpanan mata tunas dan umur pohon induk. Penelitian selama tiga bulan di areal persemaian Petak 5 Wanagama I. Bahan diambii dari BKPH Sonde, Perum Perhutani KPH Ngawi, Jawa Timur. Bahan berupa cabang/ranting diambil pada KU III, IV dan V, sedangkan rootstock berupa stump diambil dari tanaman jati umur 1,5 tahun. Mata tunas disimpan dalam karung yang dibasahi dan diletakkan di tempat Iembab dengan rentang penyimpanan 0, 2, 4, 6, 8 dan 10 hari. Penelitian dibuat dengan Rancangan Acak Lengkap berblok (RCBD), perlakuan disusun secara faktorial 3 x 6, jumlah tree plot 3 dan disusun dalam 3 blok, sehingga jumlah bahan seluruhnya adalah 3 x 6 x 3 x 3 = 1 5 4 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1.) Lama penyimpanan mata tunas memberikan respon yang nyata terhadap person hidup, awal bertunas dan tinggi semai. Persen tertinggi adalah pada penyimpanan 0 hari, yaitu 85,19% dan terendah pada 10 hari, yaitu 37,04%. Awal bertunas paling cepat pada penyimpanan 0 hari (1,96 minggu) dan terlama pada 10 hari (4,14 minggu). Tinggi semai terbesar pada penyimpanan 4 hari (16,28 cm) dan terendah pada penyimpanan 10 hari (9,96 cm); 2). Kelas umur pohon induk memberikan respon nyata terhadap awal bertunas dan tinggi semai. Kelas umur pohon induk yang paling cepat bertunas adalah KU IV, yaitu 2,5 minggu dan paling lama adalah KU V yaitu 3,96 minggu. Tinggi semai tertinggi adalah pada KU IV (15,31 cm) dan terendah pada KU III (12,24 cm); 3.) Terdapat interaksi nyata antara lama penyimpanan mata tunas dan umur pohon induk terhadap awal bertunas dan tinggi semai. Kombinasi lama penyimpanan mata tunas 0 hari dan kelas umur III paling cepat bertunas, yaitu 1,6 minggu. Awal bertunas paling lama adalah kombinasi lama penyimpanan mata tunas 10 hari dan kelas umur pohon induk V, yaitu 6,5 minggu. Kombinasi antara lama penyimpanan mata tunas dan kelas umur pohon induk terhadap tinggi semai, nilai tertinggi pada kombinasi lama penyimpanan mata tunas 4 hari dan kelas umur IV, yaitu 19,58 cm. Kombinasi lama penyimpanan mata tunas 10 hari dan KU V adalah terendah, dengan tinggi 6,15 cm, 4.) Tidak terdapat interaksi yang nyata antara lama penyimpanan mata tunas dan umur pohon induk terhadap persen hidup, diameter dan jumlah daun semai.
Kata Kunci : -