Laporkan Masalah

KOMPOSISI DAN ASOSIASI VEGETASI MANGROVE DI KAWASAN WANAWISATA TRITIH KPH BANYUMAS BARAT

TITI WIGATI, Prof. Dr. Ir. Djoko Marsono, Dra. Erny Poedjirahajoe, M.P.

1998 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Mangrove merupakan hutan peralihan antara darat dan laut yang mempunyai peranan sangat penting, untuk menjaga kelestarian lingkungan fisik dan lingkungan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan asosiasi vegetasi mangrove di kawasan wanawisata Tritih KPH Banyumas Barat. Penelitian ini diharapkan mampu memberi masukan terhadap usaha konservasi dan rehabilitasi yang banyak dilakukan saat ini. Bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah vegetasi yang tumbuh di kawasan Wanawisata Tritih pada Petak 51 yang berupa mangrove. Metode yang digunakan untuk mengetahui komposisi vegetasi adalah analisis vegetasi, sedang untuk mengetahui asosiasi vegetasi digunakan 2 x 2 chi square tabel. Hasil penelitian menunjukkan komposisi semak terdiri dari Klengkengan, Kambingan, Jerukan, Wrakas, Jeludu, Lempuyangan, Kepitingan, Oyot-oyot. Komposisi penyusun utama terdiri dari Api-api, Prapat, Bogem, Bakau, Tancang, Truntung, dan Nipah. Asosiasi positif pada zonasi Laut terdapat pada Api-api dengan Jeluju dan Api-api dengan Oyot-oyot, sedang asosiasi negatif terdapat pada Prapat dengan Tancang. Asosiasi positif pada zonasi Tengah terdapat pada Bakau dengan Jerukan dan Bakau dengan Kambingan, sedang asosiasi negatif terdapat pada Kambingan dengan Kepitingan. Asosiasi positif pada zonasi Barat terdapat pada Nipah dengan Klengkengan, Nipah dengan Jerukan, Jelujiu dengan Klengkengan, dan Klengkengan dengan Wrakas, sedang asosiasi negatif terdapat pada Tancang dengan Nipah dan Tancang dengan Klengkengan.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1998-85065-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1998-85065-bibliography.pdf  
  3. S1-FKT-1998-85065-tabelofcontent.pdf  
  4. S1-FKT-1998-85065-title.pdf