GAMBARAN BULLYING PADA REMAJA DENGAN GIZI LEBIH DAN GIZI NORMAL DI KOTA YOGY
Nurullita Hidayati, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari., M.Si.,Ph.D; Anik Rustiyaningsih., S.Kep., Ns., M.Kep., Ns.Sp.Kep.An
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Bullying merupakan perilaku negatif yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang untuk menyakiti orang lain yang dapat berupa bullying fisik, verbal, dan relasional/sosial. Bullying bisa dipengaruhi oleh status gizi seseorang. Remaja dengan gizi lebih biasanya lebih rentan mengalami bullying dibandingkan dengan remaja dengan gizi normal. Namun, penelitian terkait dengan bullying berdasarkan status gizi di Indonesia terutama di Kota Yogyakarta masih terbatas. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan gambaran tentang bullying pada remaja dengan gizi lebih dan gizi normal di Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan rancangan cross-sectional. Partisipan pada penelitian ini adalah siswa kelas 8 SMP Negeri 8 Yogyakarta dan SMP Stella Duce 1 Yogyakarta yang berjumlah 454 siswa (164 siswa gizi lebih dan 290 siswa gizi normal). Penelitian ini menggunakan pengukuran antropometri untuk menilai Z-skor dan kuesioner APRI Section B untuk menilai korban bullying. Analisis penelitian menggunakan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan gambaran bullying pada remaja dengan gizi lebih dan gizi normal. Hasil: Berdasarkan analisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasil menunjukkan nilai p = ,007 (p < ,05), artinya terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada korban bullying antara remaja dengan gizi lebih dan gizi normal. Selain itu, terdapat perbedaan gambaran bullying fisik, verbal, dan relasional/sosial pada remaja dengan gizi lebih dan gizi normal dengan nilai p = ,043; ,021; ,035. Kesimpulan: Terdapat perbedaan gambaran bullying pada remaja dengan gizi lebih dan gizi normal, baik bullying fisik, verbal, maupun relasional/sosial.
Introduction: Bullying is defined as negative behavior that is repeated intentionally to attack others, including attacking someone physically, verbally, and relational/social. Bullying can be influenced by someone�s nutrition. Adolescents who have overnutrition usually more susceptible to be bullied than who have normal nutrition. However, the study about bullying based on nutrition status in Indonesia especially Yogyakarta is still limited. Objective: To identify the distinction of the bullying description among adolescents who have overnutrition and normal nutrition in Yogyakarta city. Methods: The present study was a quantitative observational which has cross-sectional design. The study participants were 454 students (164 students was overnutrition and 290 students have normal nutrition) in the second year of SMP Negeri 8 Yogyakarta and SMP Stella Duce 1 Yogyakarta. This study used anthopometry measurement to rate Z-score and APRI Section B questionnaires to identified bullying. The analysis of this study used the Mann-Whitney test to identify the distinction of the description of bullying among adolescents who have overnutrition and normal nutrition. Result: The result showed the score of p = ,007 (p < ,05) it means that there was meaningful distinction on bullying victims between adolescents who have overnutrition and normal nutrition according to the statistic data. Besides that, there is difference description about physic bullying, verbal bullying, and social bullying to adolescents who have over nutrition and normal nutrition with p = ,043; ,021; ,035. Conclusion: There was distinction of the bullying description between adolescents who have overnutrition and normal nutrition, either bullying phisically, verbally, or relational/social.
Kata Kunci : bullying, adolescents, nutrient status, overweight, obesit