FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN WAKTU KERJA KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN SAPI POTONG PADA KELOMPOK TERNAK BINA KARYA DI BUCU, KEMBANG, JEPARA
Ferra Kusuma Werdhani, Prof. Dr. Ir. Sudi Nurtini, SU., IPM dan Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D., IPM
2019 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi potong. Penelitian ini menggunakan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019 di Kelompok Ternak Bina Karya, Bucu, Kembang, Jepara dengan melibatkan 41 anggota Kelompok Ternak Bina Karya yang dipilih secara sensus. Faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi potong menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan 6 macam variabel independen yakni persentase keluarga yang berusia produktif, persentase keluarga yang telah menempuh pendidikan dasar 12 tahun, persentase keluarga yang bekerja di luar usaha tani, jumlah sumber pendapatan keluarga, jumlah sapi potong yang dipelihara, dan penguasaan lahan pertanian. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan R2= 0.358. Hal ini berarti 35,8% faktor-faktor yang mempengaruhi curahan waktu kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi potong dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel bebas yang diamati pada penelitian. Variabel-variabel yang diamati dalam penelitian ini secara bersama-sama berpengaruh sangat signifikan (P<0.01) terhadap curahan waktu kerja keluarga. Persentase keluarga yang berusia produktif memberikan pengaruh positif dan jumlah sumber pendapatan keluarga memberikan pengaruh negatif yang signifikan (P<0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah curahan waktu kerja keluarga dalam pemeliharaan sapi potong dipengaruhi oleh persentase keluarga yang berusia produktif dan sumber pendapatan keluarga.
This main focus of this study aimed to analyze factors influencing time allocation of beef cattle farming in household. The case study was conducted from December 2018 to March 2019 with 41 members of Kelompok Ternak Bina Karya, Bucu, Kembang, Jepara who were chosen through a census. The multiple linear regression was used to analyzed the predicted factors of time allocation of beef cattle farming in household. There were 6 kinds of independent variables involved in this research, namely the percentage of family members being in productive age, the percentage of family members having 12 years of basic education, the percentage of family members having outside farm activities, total sources of the household income, the number of beef cattle raised, and the utilized of agricultural land. The result showed that R2= 0.358. In other word, 35,8% of factors influencing time allocation of household in beef cattle farming can be explained by each of the independent variables. Those variables simultaneously gave a very significant impact (P<0.01) towards the time allocation of household. The percentage of family members being in productive age revealed a positive impact, oppositely, the total sources of household income indicated a significant negative impact (P<0.05). Therefore, the conclusion of this research shows that the time allocation of household in beef cattle farming are affected by the percentage of family members being in productive age and the total sources of household income.
Kata Kunci : Curahan waktu kerja, Keluarga, Pemeliharaan sapi potong / Time allocation, Household, Beef cattle farming