EVALUASI AWAL PILOT PROYEK PENGELOLAAN HUTAN JATI OPTIMAL DI BKPH TANGEN (Studi Kasus di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen)
RIMBANANTO, Dr.Ir. Moch. Sambas Sn, MSc., Ir. Heru Iswantoro, MA.
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANMasalah yang ada di BKPH Tangen adalah pengangguran tak kentara di kalangan petani, defisit pangan, kayu bakar, pakan ternak dan kayu pertukangan. Rekayasa pembuatan tanaman yang dilakukan dalam Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal dengan pola MR Tangen diarahkan untuk mengatasi masalah-masalah di atas. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengevaluasi proyek kehutanan sosial ini melalui beberapa parameter, yang meliputi bidang fisik dan sosial ekonomi. Parameter bidang fisik terdiri dari keberhasilan tanaman kehutanan dan optimalisasi pemanfaatan lahan. Parameter bidang sosial terdiri dari kontribusi proyek terhadap pemenuhan kebutuhan dan keamanan pangan, peningkatan pendapatan keluarga pesanggem, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pemenuhan kebutuhan pakan ternak dan kayu bakar, dinamika KTH dan perubahan sikap dan perilaku pesanggem. Penelitian diskriptif ini menggunakan metode pengambilan data secara observasi partisipatoris didukung metode partisipatoris yang merujuk dari Chambers, dkk (1984). Metode ini mengharuskan peneliti untuk masuk dalam komunitas sasaran secara mendalam. Untuk itu penelitian dilakukan selama 2,5 tahun dari tahun 1994 s/d 1997. Sejalan dengan pendekatan kehutanan sosial model MR dengan pembangunan wilayah, maka sampel dipilih dalam unit desa yaitu Desa Jenar, Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen. Petak-petak hutan yang menjadi sampel dipilih yang berhubungan dengan masyarakat desa tersebut (5 petak). Responden yang dipilih adalah pesanggem dari petak petak tersebut dengan stratifikasi mewakili semua dusun (Jenar, Margomulyo, Ngelo), mewakili 2 tahun tanam (1994 dan 1995), dan mewakili anggota KTH yang masuk semua kategori keaktifan (aktif, sedang, kurang). Jumlah responden yang dipilih secara stratified random sampling ini berjumlah 47 orang. Hasil evaluasi bidang fisik menunjukkan bahwa keberhasilan tanaman kehutanan sudah memenuhi standar dari Perhutani, namun masih belum optimal. Sementara itu, pemanfaatan lahan andil oleh pesanggem baru optimal pada tahun pertama saja. Hasil evaluasi bidang sosial ekonomi menunjukkan bahwa proyek MR telah mampu memberi kontribusi yang besar terhadap pemenuhan dan keamanan pangan, peningkatan pendapatan keluarga pesanggem, pengentasan kemiskinan, pemenuhan kebutuhan pakan ternak dan kayu bakar. Selain itu proyek ini juga mampu mendukung dinamisasi KTH serta ikut merubah sikap dan perilaku pesanggem berkaitan dengan pola bertani dan berpartisipasi dalam kegiatan kehutanan. Dengan demikian meskipun masih menyimpan banyak persoalan, proyek kehutanan sosial ini masih layak untuk menjadi alternatif model pembangunan hutan dan masyarakat desa khususnya di BKPH Tangen.
Kata Kunci : evaluasi, fisik, sosial ekonomi