PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI DITINJAU DARI ASPEK BANGUNAN, LOKASI, PERALATAN, DAN PEKERJA PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN DI PT SARIGUNA PRIMATIRTA, PURWOREJO, JAWA TENGAH
KINANTI SEKARSARI D, Ratih Hardiyanti, STP., M.Eng ; Ika Restu Revulaningtyas, STP., M.Sc
2019 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRIPT Sariguna Primatirta Purworejo memiliki penerapan higiene dan sanitasi yang tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik atau CPPOB Nomor 75 Tahun 2010 Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya kerusakan produk akibat dari perlakuan higiene dan sanitasi yang kurang sesuai yang ditinjau dari aspek bangunan, lokasi, peralatan dan pekerja. Lalu mengidentifikasi sanitasi yang paling tidak sesuai serta merumuskan solusi dan penanganan yang baik terhadap adanya masalah sanitasi tersebut. Identifikasi tersebut dilakukan dengan mengisi borang sanitasi, lalu dibuat tabel persentase ketidaksesuaian sanitasi, dilanjutkan dengan diagram pareto, lalu dianalisis menggunakan 5 whys dan diagram ishikawa. Acuan yang digunakan dalam menganalisis penerapan ketidaksesuaian higiene dan sanitasi yang terdapat pada industri yaitu dengan menggunakan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75 Tahun 2010 tentang CPPOB. Persentase ketidaksesuaian sanitasi bangunan sebesar 28,95 persen, sanitasi peralatan 7,14 persen, sanitasi pekerja 22,22 persen dan sanitasi lokasi 25,0 persen. Jenis sanitasi yang paling tidak sesuai adalah sanitasi bangunan karena tidak terdapat langit-langit dengan permukaan datar, tidak memiliki jendela, pertemuan antar dinding membentuk sudut mati, dan tidak memiliki kebijakan penggunaan bahan gelas. Solusi yang diperoleh diantaranya memperbaiki jendela yang terdapat dikantor agar tidak terlalu rendah dan diberi kasa, sudut dinding ruang produksi dibuat melengkung, dan membuat kebijakan penggunaan bahan gelas guna mencegah kontaminasi bahaya fisik produk.
PT Sariguna Primatirta Purworejo has some of the application of hygiene and sanitation is not accordance with regulation about good manufacturing practices. So this research was conducted to identify products damage to hygiene and sanitation treatments in terms of the aspects of the building, equipment, workers and location. Then identifying the most inappropriate sanitation and offering for a solution such a problem. The identification was done by filling out the forms of sanitation, then made the table percentage of discrepancy, made a pareto diagram, then later in the analysis using 5 the whys and ishikawa diagram. Reference used in the analysis of application hygiene and sanitation in the industry is a regulation of the minister industry number 75/M-IND/PER/7/2010 about good manufacturing practices. Percentage of sanitation discrepancy in terms of building is 28,95 percent, equipment is 7,14 percent, workers are 22,22 percent, and the location is 25,0 percent. The most unsuitable type of sanitation is a building sanitation because it does not have a flat ceiling surface, does not have a window in the production room, between the walls of the production room forms a dead angle, and does not have a policy of using glass materials. Improvements that must be made there are repairs the window in the office so they are not too low and gives a filter gauze, the angle of the wall in the production room is made curved, and made policies on the use of glass materials to prevent the contamination of physical hazard of product.
Kata Kunci : Sanitasi, CPPOB, Diagram Pareto, Analisis 5 whys, Diagram Ishikawa