PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) 25% DAN CHLORHEXIDINE 2% SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP Candida albicans PADA ALAT ORTODONTI LEPASAN IN VITRO
RISMA CHOIRIYAH, Dr. drg. Sri Suparwitri, SU., Sp.Ort.(K); drg. Dyah Karunia, Sp.Ort.(K)
2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIPemakaian alat ortodonti lepasan dapat meningkatkan akumulasi mikroorganisme pada rongga mulut yaitu salah satunya adalah Candida albicans yang dapat menyebabkan oral candidiasis apabila jumlahnya berlebih. Pencegahan akumulasi mikroorganisme dapat menggunakan desinfektan. Penggunaan desinfektan chlorhexidine 2% yang berkepanjangan akan menimbulkan staining. Daun kemangi diketahui memilki kandungan antijamur yang berpotensi membunuh Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) 25% dan chlorhexidine 2% sebagai desinfektan terhadap jumlah Candida albicans pada alat ortodonti lepasan. Penelitian menggunakan 12 buah plat aktif lepasan yang telah direndam dalam suspensi Candida albicans selama 24 jam. Subjek penelitian dibagi menjadi 3 kelompok berbeda yang akan direndam dalam ekstrak daun kemangi 25%, chlorhexidine 2%, dan akuades. Subjek divortex lalu ditanam pada Saboraud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 24 jam. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung jumlah koloni Candida albicans yang tumbuh pada Saboraud Dextrose Agar mengunakan colony counter. Data dianalisis dengan menggunakan One-Way Anova dan Post-hoc LSD0,05 . Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar tiga kelompok (p<0,05). Hasil uji LSD0,05 dan persentase penurunan jumlah Candida albicans menunjukkan terdapat perbedaan rerata yang signifikan antara kedua desinfektan (p<0,05). Ekstrak daun kemangi 25% memiliki persentasi penurunan lebih rendah (74,83%) dibandingkan chlorhexidine 2% (84,26%). Kesimpulan penelitian adalah ekstrak daun kemangi 25% memiliki efektvitas menurunkan jumlah Candida albicans lebih kecil dibandingkan dengan chlorhexidine 2%.
Removable orthodontic appliance usage can intensify the accumulation of microorganism on the oral cavity as Candida albicans which can cause oral candidiasis if it exists in an excessive amount. The prevention of the accumulation of microorganism can be executed by using disinfectant. Prolonged use of 2% chlorhexidine disinfectant can cause staining. Basil leaf is known for its anti-fungal content that is potential to execute Candida albicans. This research aims to determine the effectiveness comparison between 25% basil leaf extract (Ocimum sanctum L.) and 2% chlorhexidine as disinfectants against Candida albicans on in vitro removable orthodontic appliance. This research was conducted by using 12 removable active plates soaked in Candida albicans suspension for 24 hours. The subject of the research is divided into three different groups soaked in 25% basil leaf extract, 2% chlorhexidine, and aquades. After vortex, subject was planted on Sabouraud Dextrose Agar and incubated for 24 hours. The observation was conducted by counting the number of Candida albicans colony that grew on Saboraud Dextrose Agar with colony counter. The data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-hoc LSD0.05. The result showed that there is a significant difference found between the three groups (p<0.05). The result of LSD0.05 test and the percentage of the decrease amount of Candida albicans showed that there is a significant mean difference between the two disinfectants (p<0.05). 25% basil leaf extract has less decrease percentage (74.83%) compared to 2% chlorhexidine (84.26%). Through the research, it is concluded that 25% basil leaf extract is less effective in decreasing the amount of Candida albicans compared to 2% chlorhexidine.
Kata Kunci : Alat Ortodonti Lepasan, Candida albicans, Ekstrak Daun Kemangi, Chlorhexidine 2%