Prosedur Ekspor Sarang Burung Walet ke Taiwan di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta Periode November 2018 sampai Februari 2019
ANIK PUSPITOWATI, drh. Clara Ajeng Artdita, M.Sc.
2019 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANSarang burung walet merupakan salah satu media pembawa jenis bahan asal hewan sehingga dalam pelalulintasannya di wilayah negara Republik Indonesia harus melalui Badan Karantina Pertanian. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mengetahui prosedur ekspor sarang burung walet ke Taiwan di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Soekarno-Hatta. Materi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan di Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta pada tanggal 4-15 Februari 2019. Metode yang digunakan untuk pengiriman ekspor sarang burung walet di BBKP Soekarno-Hatta yaitu dilakukan beberapa tindakan karantina antara lain pemeriksaan dan pembebasan. Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa telah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Prosedur ekspor sarang burung walet ke Taiwan yaitu pengisian PPK manual, penerbitan KH-1, penerbitan KH-2, penerbitan KH-3, penerbitan KH-12, melakukan pembayaran dan sarang burung walet dibebaskan. Data pengiriman ekspor sarang burung walet putih sebanyak 216 pengiriman dengan berat total 549,78 kg, yang terdiri dari 52 pengiriman bulan November 2018 (162,55 kg), 71 pengiriman bulan Desember 2018 (166,65 kg), 83 pengiriman bulan Januari 2019 (201,08 kg), dan 10 pengiriman bulan Februari 2019 (19,5 kg). Prosedur pemeriksaan belum sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, sebaiknya perlu diperbaiki lagi prosedur tindakan karantina di BBKP Soekarno-Hatta yaitu perlu adanya pemeriksaan laboratorium untuk media pembawa sarang burung walet.
Swiftlet nests are one of the carriers of animal origin materials so that in their trajectories in the territory of the Republic of Indonesia, they must go through the Agriculture Quarantine Agency. The purpose of this final assignment is to find out the procedure for exporting the swallow's nests to Taiwan at the Soekarno-Hatta Agricultural Quarantine Center. The material used in this final assignment is the Job Training activities carried out at the Soekarno-Hatta Agricultural Quarantine Center on 4th-5th February 2019th. The method used for the export of swiftlet nests at the Soekarno-Hatta Agricultural Quarantine Center is done some quarantine actions include inspection and release. The Soekarno-Hatta Agricultural Quarantine Center in providing services to service users has met the requirements in accordance with applicable regulations. The procedure for exporting swallow's nests to Taiwan is filling in manual PPK, issuing KH-1st, issuing KH-2nd, issuing KH-3rd, issuing KH-12th, making payments and freeing swallow nests. Exports of white swiftlet nests are 216 shipments with a total weight of 549.78 kg, consisting of 52 shipments in November 2018 (162.55 kg), 71 shipments in December 2018 (166.65 kg), 83 shipments in January 2019 (201.08 kg), and 10 shipments in February 2019 (19.5 kg). The inspection procedure is not in accordance with the established regulations, it is better to revise the procedure for quarantine measures at the Soekarno-Hatta Agricultural Quarantine Center, namely the need for laboratory checks for swallow nest media carriers.
Kata Kunci : Ekspor, karantina, sarang burung walet/ Export, quarantine, swallow nest