PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI DAN NILA I CERNA IN VITRO SESBANIA SESBAN DI BERBAGAI LOKASI LA HAN KERING DAS JRATUNSELUNA
Wahyuniati, Sri Rejeki , Dr. Soemitro Padmowijoto, M.Sc.
1991 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI DAN NILA I CERNA IN VITRO SESBANIA SESBAN DI BERBAGAI LOKASI LA HAN KERING (DAS) Rr. Sri Rejeki Wahyuniati INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan terhadap produksi bahan kering ( BK ) , protein ka- sar ( PK ) , serat kasar (SK ) , total digest ible nutrients ( TDN ) dan nilai cerna invitro bahan kering ( IVBK ) dan bahan organik ( IVBO ) Sesbanla sesban di berbagai lokasi lahan kering. Penelitian ini berlangsung sembilan bulan dilaksanakan difieldstation daerah aliran sungai Jratunseluna ( Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juana ) yaitu Gunungsari ( Boyolali ) , Dimoro (Grobogan ) dan Bedingin ( Blora ) sebagai tempat penanaman, sedangkan anal isis dilakukan di laboratorium Ilmu Makanan Ternak jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta . Sebanyak 30 plot berupa baris dengan panjang 2,5 m set iap plot , ditanami dengan jarak tanam 25 cm digunakan dalam penel i t ian ini. Tigapuluh plot percobaan dibagi secara acak menjadi tiga lokasi dengan dua perlakuan yaitu tanpa pupuk dan pemupukan NPK dengan dosis 50-100-100 kg/ ha / tahun. Semua perlakuan dipotong pada hari ke-120 dan interval pemotongan 45 har i. Masing-masing perlakuan diu- langi lima kal i sebagai repl ikasi. Produksi BK, SK dan TDN sesbanla sesban di Gunungsa- r i ( 0,55 kg, 0,12 kg dan 0,37kg ) berbeda ( P<6,05 ) dengan lokasi Dimoro (0,28 kg, 0,06 kg dan 0,17 kg) dan tidak ber- beda dengan lokasi Bedingin ( 0,38 kg, 0,08 kg dan 0,24 kg) untuk set iap plot percobaan. Produksi PK dimasing-masing lokasi penanaman adalah 0,10 kg (Gunungsari ) , 0,06 kg (Di- moro ) dan 0,08 kg (Bedingin ) yang secara stat ist ik tidak memberikan perbedaan yang nyata . Nilai cerna IVBK dan IVBO di Gunungsari ( 65 , 596 dan 61$) adalah yang ter t inggi dan me- nunjukkan perbedaan (P < 0,01 ) dengan Dimoro (58,396 dan 52,796 ) tetapi tidak berbeda dengan Bedingin ( 64,796 dan 60,6?6 ). Produksi dan ni lai cerna iji vi t ro Sesbanla sesban di Gunungsari lebih baik daripads lokasi Dimoro dan Bedingin. Pengaruh pemupukan tidak memberikan perbedaan yang nyata , walaupun demikian produksinya lebih tinggi. (Kata kunci: Sesbanla sesban. Daerah Aliran Sungai, Produksi, In Vitro. Pupuk ) .
THE EFFECT OF FERTILIZING ON PRODUETION AND IN VITRO DIGESTIBILITY: OF SESBANIA SESBAN PLANTED AT DIFFERENT DRY LAND OF IRRIGATED (DAS ) Rr. Sri Rejeki Wahyuniati ABSTRACT The study was conducted to invest igate the ef fect of fertilizing on production of dry-matter ( DM ) , crude protein ( CP ) , crude fiber ( CF ) , total digest ible nutrients ( TDN ) , in vitro digestible of dry-matter ( DDM ) and digestible of organic matter (DOM ) of Sesbania sesban at various dry land. The study was done for nine months at the f ield stat ion of i r r igated land of Jratunseluna ( Jragung, Tuntang, Serang, Lusi dan Juana ) , Gunungsari ( Boyolal i ) , Dimoro ( Grobogan ) and Bedingin ( Blora ). The chemical analyses was done at the Animal Nutrition laboratory, Facul ty of Animal Husban- dry, Gadjah Mada University. Thi r ty (30) plots of row wi th 2.5 m length per plot planted with planting distant of 25 cm were used in this study. All plots were grouped into three locations and two treatments , namely manuring and without manuring of NPK fer t i l izer with the dose of 50-100-100 kg/ ha / year. The harvesting was done at 120 day old and interval harvesting was done every at 45 day old, wi th f ive repl icat ions. The resul ts indicated that the production of DM , CF and TDN of Sesbania sesban at Gunungsari ( 0.55 kg, 0.12 kg and 0.37 kgT and were signi f icant ly di f ferent ( P< 0.05) from Dimoro land f 0.28 kg, 0.06 kg and 0.17 kg ) and were not signi f icant ly di f ferent from Bedingin ( 0.38 kg, 0.08 kg and 0.24 kg ) per plot. There was not signi f icant di f fe- rence between locations on CP: the values were 0.10 kg ( Gu- nungsar i ) , 0.06 kg (Dimoro ) and 0.08 kg ( Bedingin ) , respec- t ively, The in vi t ro values of DDM and DOM of Gunungsari ( 65 ,59S and 61% ) was the highest and was signi f icant ly di f fe- rent ( P< 0.01 ) from Dimoro ( 58.3% and 52.7% ) . On the contra - ry, no signi f icant di f ference from Bedingin ( 64.7% and 60.6% ) was found. The study concluded that the production and in vi t ro digest ibi l i ty of Sesbania sesban at Gunungsari was bet ter than Dimoro and Bedingin. The manuring did not af fect sig- ni f icant ly on the parameters. (Key Words : Sesbania sesban. I r r igated Land , Production, In Vitro Digest ibi l i ty, Manure ) .
Kata Kunci : Sesbania sesban, Daerah Aliran Sungai, Produksi, in vitro, pupuk