INTERAKSI MASYARAKAT DENGAN SUMBER DAYA HUTAN: TINJAUAN ASPEK SOSIAL EKONOMI (Studi Kasus di RPH Kalikurmo, BKPH Tempuran, KPH Semarang)
SUSILO PRANOTO, Hasanu Simon, Heru Iswantoro
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANKeadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan yang masih rendah menyebabkan terjadinya tekanan masyarakat terhadap sumber daya hutan yang ada di sekitamya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi masyarakat dengan sumber daya hutan, sumbangan lahan hutan terhadap pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, dan luas penambahan lahan yang diperlukan masyarakat agar dapat hidup dengan layak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalikurmo dan Sambirejo, Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang yang berada di sekitar kawasan hutan RPH Kalikurmo, BKPH Tempuran, KPH Semarang. Pengambilan data sosial ekonomi masyarakat dilakukan dengan cara purposive random sampling dengan intensitas sampling 10%. Jumlah sampel 45 responden di Desa Kalikurmo dan 59 responden di Desa Sambirejo. Keadaan hutan di RPH Kalikurmo diketahui berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lokasi, laporan letter A, dan register risalah hutan. Berdasarkan data tersebut kemudian dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk interaksi yang terjadi antara masyarakat Desa Kalikurmo dan Sambirejo dengan sumber daya hutan adalah penggarapan lahan hutan dengan sistem tumpangsari, pengambilan kayu bakar yang jumlahnya 2005,20 ton/tahun, penggembalaan temak dengan kepadatan temak 1,08/ha untuk temak besar dan 3,26/ha untuk temak kecil, dan pencurian kayu perkakas. Sumbangan lahan hutan terhadap pendapatan total responden adalah 19,22% untuk Desa Kalikurmo dan 18,38% untuk Desa Sambirejo. Luas penambahan lahan yang diperlukan agar kebutuhan hidup masyarakat dapat tercukupi sebesar 51,85 ha untuk Desa Kalikurmo dan 91,80 ha untuk Desa Sambirejo.
Kata Kunci : interaksi, sosial ekonomi, sumber daya hutan