PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS KESETARAAN GENDER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRA
VINCENTIA FANNY GITA ROSARI, Dr. Wenny Artanty N., S.Kep., Ns., M.Kes.; Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Perilaku seksual pra-nikah adalah bentuk perilaku berisiko pada kesehatan reproduksi remaja yang dapat dipengaruhi oleh peran gender. Peran gender membuat remaja putra lebih menerima perilaku seksual pra-nikah dibandingkan remaja putri. Hal tersebut juga membuat mereka lebih dominan dalam perilaku seksual. Kesehatan reproduksi remaja dapat ditingkatkan melalui pendidikan, salah satunya adalah pendidikan kesehatan reproduksi yang memasukkan unsur gender sebagai topiknya. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan selisih skor pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada kelompok pendidikan kesehatan reproduksi remaja berbasis kesetaraan gender dibandingkan pendidikan kesehatan reproduksi biasa oleh Puskesmas. Metode: Penelitian quasi experiment dengan pretest-posttest with control group design yang dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 67 siswa kelas VIII. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi yang disusun oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Rerata posttest mengalami penurunan dibandingkan rerata pretest pada kelompok intervensi (p=0,619). Rerata posttest mengalami penurunan dibandingkan rerata pretest pada kelompok kontrol (p=0,250). Tidak terdapat perbedaan signifikan pada selisih skor pengetahuan kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol (p=0,636). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan selisih skor pengetahuan kesehatan reproduksi remaja secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Background: Pre-marital sexual behavior is a type of risky behavior in adolescent reproductive health that might be influenced by gender roles. Gender roles make male adolescent more receptive of premarital sexual behavior than female adolescent. Gender roles also make them more dominant in sexual behavior. Adolescent reproductive health can be improved through education, one of which is reproductive health education with the elements of gender as the topic. Objective: To measure the difference of reproductive health knowledge scores in gender-based reproductive health education's group compared to the general reproductive health education provided by the community health center. Method: This study is quasi-experiment research using pretest-posttest with control group design and was conducted in January-April 2019. The technique of sampling is consecutive with the total sample of 67 male students of grade VIII. The data were collected by using the reproductive health knowledge questionnaire made by the researcher. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis. Result: The mean of posttest experienced a decrease compared to the pretest in the intervention group (p=0.619). The mean of posttest experienced a decrease compared to pretest in the control group (p=0.250). There is no significant difference between knowledge score in intervention group compared to control group (p=0.636). Conclusion: There is no difference of reproductive health knowledge scores between intervention group and control group.
Kata Kunci : gender, remaja, pendidikan kesehatan reproduksi, pengetahuan