Event Management of Chinese Culture Week 2019
GENDHIS N I, Erlin Estiana Yuanti, S.S., M.A.
2019 | Tugas Akhir | D3 BAHASA INGGRISTujuan utama dari tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan profil Departemen Destinasi Wisata di Dinas Pariwisata DIY dan manajemen acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2019. Ada beberapa metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode pertama adalah observasi secara langsung yang dilakukan penulis saat magang di Dinas Pariwisata DIY selama dua bulan dari tanggal 14 Januari 2019 - 22 Maret 2019. Metode kedua adalah melakukan wawancara secara langsung dengan staff departemen destinasi dan pihak-pihak terkait lainnya. Metode ketiga adalah dengan analisis data yang didapat dari dokumen softfile atau hardfile, internet, dan dokumentasi seperti foto dan video. Studi ini menyimpulkan tentang Divisi Destinasi yang terbagi menjadi dua sub-divisi yaitu Sarana dan prasarana (SARPRAS) sub-divisi dan Objek Daya Tarik Wisata (ODTW). Masing-masing sub devisi mempunyai tugas yang berbeda. SARPRAS bertugas menangani infrastruktur pariwisata di Yogyakarta dan ODTW bertugas mengurus acara kebudayaan di Yogyakarta yang salah satunya adalah PBTY. Dalam acara ini menampilkan konsep pameran budaya Cina serta ada juga pameran makanan khas Cina. Semua acara berlangsung selama tujuh hari pada tanggal 13 Februari hingga 19 Februari. Manajemen acara PBTY 2019 meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang terdiri dari 5 fungsi manajemen acara, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penempatan staf, memotivasi, dan mengatur acara melalui buku dari Terry dan Leslie yang disebut "Fundamentals of Management". Acara Pekan Budaya Tionghoa 2019 dapat menjadi tempat promosi wisata di daerah Yogyakarta, khususnya kawasan Malioboro, Kampung Ketandan dan Alun-Alun Utara dan sebagai pengenalan budaya Tionghoa kepada masyarakat.
The main objective of this study/graduating paper is to explain the profile of the Tourism Destination Division in the Yogyakarta Tourism Authority and the management of the Yogyakarta Chinese Culture Week (PBTY) 2019. There are several methods used to collect data. The first method was direct observation, carried out during an internship at the DIY Tourism Office for two months from January 14, 2019 - March 22, 2019. The second method was direct interview with destination department staff and other relevant parties. The third method was analyzed data obtained from soft file or hard file, internet, and documentation, like photos and videos. Destination Division is divided into two sub-divisions, namely Facilities and Infrastructure (SARPRAS) sub-division and Object and Attraction Destination (ODTW). Each sub has a different task. SARPRAS carried out infrastructure development in Yogyakarta and ODTW is designed to handle cultural events in Yogyakarta, one of them was PBTY. In this event the PBTY used concept exhibition. There were Chinese food and culture exhibition. All events were held for seven days from February 13 to February 19. There are three stages of Event management of PBTY 2019 namely preparation, implementation and evaluation, and discuss the stages of event management of PBTY 2019 which consist of 5 event management functions, they are planning, organizing, staffing, motivating, and controlling state by a book from Terry and Leslie entitled �Dasar-Dasar Manajemen�. The 2019 Chinese Culture Week event served as a tourist attraction in the Yogyakarta area, especially in the Malioboro area, Ketandan Village, and North Square, and as an introduction to Chinese culture to the community.
Kata Kunci : Event Management, PBTY, Yogyakarta Tourism Authority.