Laporkan Masalah

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Kesetaraan Gender Terhadap Sikap Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putra Di Kota Yogyakarta

Titis Wening Setyoharsih, Dr. Wenny Artanty N., S.Kep., Ns., M.Kes.; Ika Parmawati, S.Kep., Ns., M.Kep.

2019 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Remaja mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang meliputi fisik, psikologi, sosial dan seksual yang menimbulkan dorongan untuk melakukan perilaku seksual. Ketidaksetaraan gender yang ada di masyarakat membuat remaja putra lebih berisiko untuk melakukan perilaku seksual pra-nikah. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja berbasis kesetaraan gender dapat meningkatkan sikap kesehatan reproduksi remaja serta perilaku seksual yang sehat. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi berbasis kesetaraan gender terhadap sikap kesehatan reproduksi remaja putra dibandingkan pendidikan kesehatan reproduksi biasa. Metode: Penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-posttest with control group ini dilakukan pada Januari-April 2019. Sampel adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari kelompok intervensi sebnayak 33 sampel dan 34 sampel pada kelompok kontrol, sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sikap kesehatan reproduksi yang terdiri dari 31 item dengan r>0,1754 dan reliabilitas 0,733. Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Rata-rata skor pretest-posttest pada kelompok intervensi mengalami penurunan (p= 0,063). Rata-rata skor pretest-posttset pada kelompok kontrol juga mengalami penurunan (p= 0,359). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada selisih skor sikap kesehatan reproduksi antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p= 0,502). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis kesetaraan gender tidak berpengaruh terhadap sikap kesehatan reproduksi remaja.

Background: Adolescent undergo growth and development includes physical, psychological, social and sexual that encourage to do sexual behavior. Gender inequalities in society causes male adolescent more risk of pre-marital sexual behavior. Gender based reproductive health education for adolescent can improve adolescent reproductive health attitudes and healthy sexual behavior. Objectives: To determine the effect of gender based reproductive health education on male adolescent reproductive health attitudes compared to the conventional reproductive health education. Method: This quasi-experimental study with the pre-posttest design with the control group was conducted in January to April 2019. The sample of this study was the second grade of Junior High School students consisting of 33 samples of intervention group and 34 samples in control group, these samples were taken using consecutive sampling technique. The data collection was carried out using a reproductive health attitude questionnaire consisting of 31 items with r>0,1754 and reliability 0,733. The data was processed using univariate and bivariate analysis. Results: The average pretest-posttest score in the intervention group decreased (p = 0.063). The average pretest-posttest score in the control group also decreased (p = 0.359). There was no significant difference in the reproductive health attitude scores between the intervention group and the control group (p = 0.502). Conclusion: Gender based reproductive health education did not affect adolescent reproductive health attitudes.

Kata Kunci : gender, pendidikan kesehatan reproduksi, remaja, sikap

  1. S1-2019-377917-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377917-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377917-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377917-title.pdf