Laporkan Masalah

STUDI PERMUDAAN ALAM RAMIN (Gonystylus bancanus Kurz) DAN JENIS-JENIS KOMERSIAL LAIN DI HUTAN RAWA GAMBUT AREAL HPH PT. YOS RAYA TIMBER, RIAU

OIH SOLIHIN, Dr. Ir. H. Suryo Hardiwinoto, Dr. Ir. H. Mochamad Na'iem

1997 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Studi ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan permudaan alam jenis Ramin dan jenis-jenis komersial lainnya pada tingkat semai, sapihan, tiang dan pohon pada areal bekas tebangan sebagai dasar dalam menentukan tindakan silvikultur pada Hutan Rawa gambut di areal HPH PT. Yos Raya Timber, Riau. Pengambilan data dilaksanakan pada areal bekas tebangan tahun 1996/1997 yang dilakukan secara sistematik dengan disain line plot sampling dengan intensitas 2 % untuk tingkat pohon, 0,5 % untuk tingkat tiang, 0,125 % untuk tingkat sapihan dan 0,02 % untuk tingkat semai. Permudaan alam pada berbagai tingkat pertumbuhan jenis Ramin dianalisis dengan analisis Indeks Nilai Penting (INP) (Whittaker, 1975 ; Brower dan Zar, 1977). Untuk mengetahui pola persebaran spasial dengan menggunakan rumus Koefesien Dispersi (Blackman, 1942) dan untuk menguji kecenderungannya dilakukan uji T (Brower dan Zar, 1977). Sedangkan untuk mengetahui asosiasi Ramin dengan jenis lain digunakan metode 2 x 2 Contingency table (Greight-Smith, Khershaw, 1964). Hasil analisis permudaan alam yang diperoleh dijadikan dasar sebagai penentu tindakan silvikultur. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari pangamatan di lapangan menunjukan bahwa Ramin dijumpai pada semua tingkat permudaan yakni Semai 4250 batang/Ha, Sapihan 136 batang/Ha, tiang 52 batang/Ha dan pohon 32 batang/Ha. Indeks Nilai Penting Ramin pada tingkat semai 19,37 %, tingkat sapihan 3,88%, tingkat tiang 13,74 % dan tingkat pohon 13,74 %. Persebaran permudaan Ramin mengikuti pola mengelompok untuk tingkat semai, sapihan dan tiang sedangkan pada tingkat pohon mengikuti pola acak (random). Ramin berasosiasi positif yang nyata dengan Punak dan Terentang pada tingkat Sapihan, dengan Kelat pada tingkat Tiang dan juga dengan jenis Terentang pada tingkat Pohon. Sedangkan asosiasi negatif yang nyata terjadi antara Ramin dengan jenis Medang pada permudaan tingkat semai dan dengan jenis Trembasah pada tingkat tiang. Permudaan jenis-jenis komersial lain adalah Meranti, Suntai, Bintangur, Punak dan Durian burung dengan jumlah total semua tingkat permudaan per hektar pada masing-masing jenis adalah Meranti; 5908 batang, Suntai; 4015 batang, Bintangur; 3803 batang, Punak; 2492 batang dan Durian burung; 736 batang. Sesuai dengan hasil analisis dan pembahasan, tindakan silvikultur yang perlu dilakukan diantaranya adalah berupa kegiatan penanaman Pengayaan (sulaman), pembebasan dan penjarangan.

Kata Kunci : -

  1. S1-FKT-1997-85537-abstract.pdf  
  2. S1-FKT-1997-85537-tableofcontent.pdf  
  3. S1-FKT-1997-85537-title.pdf