STUDI DAYA DUKUNG WISATA ALAM DITINJAU DARI ASPEK KERUSAKAN HUTAN DI DANAU GUNUNG TUJUH (Studi Kasus di Taman Nasional Kerinci Seblat Prop. Jambi)
Jayan Kurniawan, Ir. Chafid Fandeli, MS.
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANKawasan wisata adalah merupakan salah satu bentuk pengelolaan hutan yang memadukan antara tuntutan ekonomi dan konservasi hutan. Kedua tuntutan yang bersifat antagonis ini memerlukan suatu pengelolaan yang optimal, dimana pengelolaan tersebut harus memperhatikan keterbatasan dari daya dukung alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan aktivitas pengunjung, mengetahui kerusakan lingkungannya. Tingkat kerusakan lingkungan didekati dengan rumus Indeks Penutupan Lahan sedangkan daya dukungnya didekati dengan rumus Douglass (1978). Data yang diperlukan dikumpulkan dengan cara menyebarkan kueisioner kepada 100 orang responden. Pemilihan responden dilakukan di tiap-tiap play ground secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Penutupan Lahan kawasan wisata Danau Gunung Tujuh masih memuaskan (rata-rata 89,125%), sehingga masih memungkinkan untuk dikembangkan. Besarnya kapasitas wisata (daya dukung) kawasan ini adalah 128 orang/ha/hari. Berdasarkan kuisioner yang disebarkan dan interpretasi perhitungan IPL dan daya dukung, pemanfaatan kawasan wisata ini belum optimal. Potensi wisata yang dimiliki masih bisa dikembangkan dengan meningkatkan pengelolaannya. Beberapa usaha yang dapat dilakukan berapa penambahan fasilitas untuk berlibur, fasilitas transportasinya, penambahan keragaman daya tarik dan peningkatan promosi. Dalam menyusun rencana pengembangan atau bahkan melaksanakan pengembangannya, faktor-faktor daya dukung dapat dipakai sebagai masukan dalam pengambilan keputusan.
Recreation area is a kind of forest management that combine economic and conservation demands. Both of them are contrary and need an optimal management that consider its limitation of carriage capacity. This research aimed to know visitors total and activities. The level of environmental damage are approached by Ground Cover Index Formula, meanwhile its Carriage Capacity approached by Douglass Formula (1978). Data needed were collected by questionaires for 100 respondents. The respondents selection is conducted at each play ground randomly. The result of this research shows that Ground Cover Index of Recreation Area of Danau Gunung Tujuh are still acceptable (average 89,125%), therefore it still enable to developped. Its Carriage Capacity is 128 persons/ha/day. Based on questionaires and Ground Cover Index interpretation, the utilizaton of this recreation area hasn’t been optimal. The recreational potency is still enable to developped by increassing its management efforts. These efforts are adding recreational facilities, transportation facilites, increassing attraction recreational diversity and increassing its promotions to the people. In the developtment planning or plan conducting, the carriage capacity factors are able to be input for decision making.
Kata Kunci : -