PERKIRAAN NILAI EKONOMI AIR SEBAGAI SUMBERDAYA AIR PERTANIAN Studi Kasus Kawasan Lindung Kaliurang
Koko Wijanarko, Dr. Sofyan P. Warsito
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANKawasan lindung memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Kawasan lindung yang terdapat dalam keadaan baik akan memberikan manfaat jasa lingkungan yang tidak ternilai. Salah satu jasa lingkungan tersebut adalah sebagai pengatur tata air. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui nilai ekonomi manfaat air Kawasan lindung Kaliurang sebagai sumberdaya air pertanian, serta mengetahui besar manfaat yang ditimbulkan oleh adanya air untuk usaha pertanian masyarakat sekitarnya. Wilayah penelitian meliputi daerah di sekitar Kawasan lindung Kaliurang yang secara khusus menerima suplai air dari sungai-sungai yang berhulu di kawasan lindung tersebut. Wilayah tersebut merupakan bagian wilayah kerja Sub Dinas Pengairan Banjarharjo dan Dadapan, Dinas Pengairan Kabupaten Sleman. Nilai ekonomi air diperoleh dengan menggunakan metode kuantitatif non pasar, yaitu metode pendekatan harga pasar pengganti dengan menggunakan biaya pengadaan sebagai pengganti, pendekatan nilai pasar atau produktivitas berupa selisih produktivitas lahan dengan dan tanpa air serta pendekatan teknik survei berupa kesediaan membayar petani agar tetap dapat memperoleh air dan kesediaan dibayar bila air tersebut dialihkan untuk penggunaan lain. Data yang diambil meliputi data biaya pengadaan air, data usaha tani padi dan palawija, data kesediaan membayar dan dibayar serta data kondisi wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomi sebesar Rp. 29.063.289,00 per tahun dengan pendekatan harga pasar pengganti, Rp. 7.767.433.785,00 per tahun dengan pendekatan nilai pasar, dan pendekatan teknik survei berdasarkan kesediaan membayar diperoleh nilai Rp. 2.687.269.141,00 per tahun, berdasarkan kesediaan dibayar Rp. 15.429.596.351,00 per tahun. Hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai neto ekonomi manfaat air sekarang (ENPV) sebesar Rp. 2.431.631.892,00 per tahun. Keberadaan air Kawasan lindung Kaliurang memberikan pendapatan bagi masyarakat sebesar Rp. 7.767.433.785,00 per tahun dari usaha pertaniannya. Masyarakat memperoleh surplus konsumen sebesar Rp. 2.687.269.141,00 per tahun. Nilai tersebut merupakan subsidi kawasan lindung bagi petani. Hasil penelitian memberikan informasi, bahwa kawasan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya, sehingga keberadaannya harus tetap dijaga dan dilestarikan.
Protection area has important function to take care of environmental quality. Protection area that in a good condition will give environmental services benefits. That is investimable. One of the environmental services is water regulator. The goals of the study were to investigate economic value of water from protection area as water resource of agriculture and to investigate water benefit for farm enterprises in area study. Area study was in area around of Kaliurang protection area, that took water supplies from the rivers hilted it. It was in area of Sub Dinas Pengairan Dadapan and Banjarhaijo, Dinas Pengairan in Sleman Regency. Economic value of water conducted with nonmarket quantitatif methods. They were surrogate market price approach that used water gathering costs for surrogate price, market value or productivity approach that used difference productivity between with and without water and survey techniques approaches that surveys willingness to pay and willingness to sell. Datas for this study were water gathering costs datas, farm enterprises datas for paddy and second crop (corn), willingness to pay and willingness to sell datas and condition datas of study area. The results showed economic value Rp. 29.063.289,00 per year with surrogate market price approach, Rp. 7.767.433.785,00 per year with market value or productivity approach and from survey techniques approaches with willingness to pay Rp. 2.687.269.141,00 per year, with willingness to sell Rp. 15.429.596.351,00 per year. Economic analysis showed economic net present value (ENPV) about Rp. 2.431.631.892,00 per year. Water from Kaliurang protection area gave income for peoples Rp. 7.767.433.785,00 per year. Peoples got consumer’s surplus Rp. 2.687.269.141,00 per year. That value was subsidized by protection area for farmers. The results gave information that protection area gave benefit for peoples. So, that area had to be watched and sustained.
Kata Kunci : nilai ekonomi, air pertanian, kawasan lindung