Laporkan Masalah

Determinan Migrasi Internal Antarprovinsi di Indonesia (Analisis Hasil SUPAS 2015)

BETY ATMANI M, Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A; Dr. Abdur Rofi, M.Si

2019 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Migrasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik secara mikro maupun makro. Pendekatan pada level mikro berkaitan dengan faktor individu dan rumah tangga, sedangkan faktor makro terkait dengan faktor kontekstual wilayah. Tujuan penelitian ini, pertama mengetahui gambaran umum dan variasi migrasi seumur hidup dan migrasi risen antarprovinsi di Indonesia. Kedua, mengetahui gambaran migrasi seumur hidup dan migrasi risen berdasarkan karakteristik individu dan rumah tangga. Ketiga, mengetahui pengaruh faktor individu, rumah tangga, dan kontekstual terhadap migrasi seumur hidup dan migrasi risen. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis multilevel regresi logistik. Penelitian ini menggunakan data SUPAS 2015 dengan unit analisis adalah penduduk berusia 15 tahun ke atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa migrasi seumur hidup dan migrasi risen masih didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa baik sebagai daerah asal maupun daerah tujuan. Terdapat variasi pola migrasi seumur hidup dan migrasi risen pada masing-masing provinsi. Migran seumur hidup dan migran risen cenderung dilakukan oleh penduduk dengan jenis kelamin laki-laki, status kawin, pendidikan SMA ke atas, bekerja, berasal dari rumah tangga dengan tingkat pendidikan KRT SMA ke atas, anggota rumah tangga sebesar 1-4 orang, menempati rumah yang bukan milik sendiri dan tinggal di daerah perkotaan. Migrasi risen cenderung dilakukan oleh penduduk yang lebih muda dibandingkan migrasi seumur hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi seumur hidup dan migrasi risen adalah umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, status bekerja, pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, status kepemilikan rumah, daerah tempat tinggal, PDRB per Kapita, UMP, IPM, dan Tingkat Pengangguran.

Migration can be influenced by various factors, both micro and macro. The approach at the micro level is related to individual and household factors, while macro factors are related to regional contextual factors. The purpose of this study, first to know the general description and variation of lifetime migration and recent migration between provinces in Indonesia. Second, knowing the description of lifetime migration and recent migration based on individual and household characteristics. Third, knowing the influence of individual, household, and contextual factors on lifetime migration and recent migration. The analytical method used is descriptive analysis and multilevel logistic regression analysis. This study uses SUPAS 2015 with the unit of analysis are population aged 15 years and older. The results of the analysis show that lifetime migration and recent migration are still dominated by provinces in Java as both origin and destination areas. There are variations in lifetime migration patterns and recent migration in each province. Lifetime migrants and recent migrants tend to be done by population with male sex, marital status, high school education and above, working, coming from households with high school level education and above, household size of 1-4 people, occupying houses who are not self-owned and live in urban areas. Recent migration tends to be carried out by a younger population than lifetime migration. Determinant of lifetime migration and recent migration are age, marital status, education level, work status, education of household head, size of household, housing status, area of residence, GDP per capita, provincial minimum wage, HDI, and unemployment rate.

Kata Kunci : migrasi risen, migrasi seumur hidup, faktor kontekstual, multilevel regresi logistik/ recent migration, lifetime migration, contextual factors, multilevel logistic regression

  1. S2-2019-420083-abstract.pdf  
  2. S2-2019-420083-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-420083-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-420083-title.pdf