Laporkan Masalah

KONSEP MBOLO RO DAMPA SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK PADA LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT

RANDHINI MOUNCURIA, Dr. Gabriel Lele, S.I.P., M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

Konflik yang terjadi di Kabupaten Bima merupakan kalkulasi dari berbagai persoalan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang bersumber dari kenakalan remaja, relasi dominasi dan ketidakadilan hukum, serta meningkatnya isu-isu lingkungan sebagai akibat dari eksploitasi alam yang tidak terkontrol. Konflik berubah menjadi kejadian alami yang dianggap masyarakat sebagai identitas untuk mempertahankan status sehingga terjadi secara berkesinambungan dan mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi banyak pihak. Menghadapi konflik yang terjadi, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendekatan formal yang dianggap belum menemukan titik temu dan penyelesaian masalah yang betul-betul meredam konflik agar tidak terus terulang, sehingga diperlukan upaya alternatif yang mampu menyelesaikan konflik dengan lebih baik salah satunya dengan menggunakan pendekatan informal berupa pendekatan konflik dengan konsep mbolo ro dampa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis research of policy. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui dua model trianggulasi yaitu trianggulasi data dan trianggulasi metode. Analisis data menggunakan model interactive kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data, mereduksi, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mbolo ro dampa cukup efektif menengahi konflik yang terjadi dengan pendekatan yang lebih dapat diterima dalam lingkungan sosial masyarakat yang berkonflik. Nilai-nilai yang terkandung dalam konsep ini menjadi kebijakan tidak tertulis yang menghasilkan kesepakatan antara kedua kubu yang berkonflik dan juga diupayakan untuk mengendalikan konflik-konflik lain yang mungkin muncul di masa yang akan datang.

The conflict in Kabupaten Bima is a calculation of various problems that occur in the community that derive from juvenile delinquency, the growth of bureaucratization, the relationship of domination and legal injustice, and the increasing environmental issues as a result of uncontrolled exploitation of nature. Conflict turns into a natural event that is considered by the community as an identity to maintain status so that it occurs on an ongoing basis and results in greater losses for many parties. Facing the conflict, the government has made various efforts through a formal approach which is deemed to have not found a meeting point and problem solving that really dampens the conflict so that it does not continue to repeat, so that alternative efforts are needed to better resolve conflicts, one of them is by using an informal approach in the form of a conflict approach with the concept of mbolo ro dampa. This research uses qualitative research methods with the type of research of policy. Data is collected through interviews, observation, and document studies. The validity of the data was tested through two triangulation models, namely data triangulation and method triangulation. Data analysis uses qualitative interactive models, namely by collecting data, reducing, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study indicate that mbolo ro dampa is quite effective in mediating conflicts that occur with a more acceptable approach in the social environment of the conflicting communities. The values contained in this concept become an unwritten policy that result in an agreement between the two camps in conflict and also sought to control other conflicts that may arise in the future.

Kata Kunci : Mbolo ro dampa, resolusi konflik, kearifan lokal, institusi informal.

  1. S2-2019-418985-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418985-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418985-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418985-title.pdf