Laporkan Masalah

Dinamika Penanggulangan Kemiskinan dalam Pusaran Politik Kekerabatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

NIKOLAUS P. RERESSY, Prof. Dr. Agus Pramusinto, M.D.A., Dr. Subando Agus Margono, M.Si., Dr. Ely Susanto, M.B.A.

2019 | Disertasi | DOKTOR MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Penelitian ini berjudul "Dinamika Penanggulangan Kemiskinan dalam Pusaran Politik Kekerabatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar". Ada dua hal utama yang menjadi latar belakang penelitian ini. Pada aras teoretis, sejauh ini kajian-kajian mengenai implementasi kebijakan publik masih didominasi oleh kajian-kajian yang memperlakukan (memosisikan) share value, dalam hal ini nilai-nilai kebudayaan yang ada di masyarakat, sebagai entitas yang pasif (netral) sekaligus sebagai entitas yang aktif (dalam hal ini sebagai entitas yang dapat dikelola secara produktif) bagi keberhasilan implementasi kebijakan publik. Dengan kata lain, para peneliti kebijakan publik sejauh ini masih belum menaruh perhatian secara cukup memadai terhadap eksistensi modal sosial sebagai entitas yang aktif dalam posisi yang sebaliknya (negatif), yang berpotensi menyebabkan ketidakefektifan (kegagalan relatif sampai pada kegagalan absolut) suatu kebijakan publik. Padahal, teorisasi mengenai modal sosial itu sendiri menempatkan modal sosial (termasuk share value sebagai salah satu dimensi modal sosial) sebagai entitas yang aktif, di mana selain dapat memberikan dampak positif, juga berpotensi memberikan dampak negatif bagi pelaksanaan pembangunan, dalam hal ini bagi implementasi kebijakan publik. Selanjutnya, di aras empiris, masih banyak kebijakan publik (termasuk kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar) yang mengalami ketidakefektifan (sampai pada kegagalan) dalam pelaksanaannya, karena logika yang digunakan oleh pelbagai kebijakan publik tersebut bertentangan (kontra) dengan nilai-nilai lokal yang dianut oleh masyarakat yang menjadi kelompok sasaran kebijakan dimaksud (dalam hal ini terhadap Nilai Duan Lolat yang dianut oleh masyarakat Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar). Masalah pokok penelitian ini adalah mengapa terjadi ketidakefektifan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar? Oleh karenanya fokus penelitian ini adalah untuk menemukan penjelasan terhadap realitas persoalan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, posisi Nilai Duan Lolat sebagai suprastruktur lokal di masyarakat Tanimbar, proses fortifikasi struktur adat melalui rasionalisasi (pembenaran) terhadap Nilai Duan Lolat yang diartikulasikan dalam bentuk tindakan sosial yang telah terkomodifikasi, serta implikasi dari fortifikasi struktur adat duan lolat itu terhadap ketidakefektifan implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di daerah ini. Untuk menjawab permasalahan dan menjelaskan fokus penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbasis pada paradigma konstruktivisme-interpretatif dengan strategi etnografi dan fenomenologi yang mengandalkan pada wawancara mendalam terhadap pelbagai informan utama (pejabat pemerintah lokal yang terkait-baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan warga masyarakat yang menjadi kelompok sasaran penanggulangan kemiskinan). Hasil penelitian ini menunjukkan: (i) realitas kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar didominasi oleh persoalan Kemiskinan Struktural dan Kultural, (ii) transformasi Nilai Duan Lolat merupakan ekses dari proses modernisasi (pembangunan) yang berlangsung di daerah ini, (iii) fortifikasi struktur adat duan lolat melalui proses tindakan sosial yang telah terkomodifikasi, pada satu sisi merupakan bentuk ekslusivisme yang berlangsung pada masyarakat adat Tanimbar yang dikreasikan sebagai mekanisme pertahanan diri, dan (iv) di sisi lain telah menjadi penghambat bagi upaya penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di daerah ini. Kata-kata Kunci: Sisi Gelap Modal Sosial, Kemiskinan Kultural, Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan, Rasionalisasi, Tindakan Sosial, Komodifikasi, Nilai Duan Lolat.

This study is entitled "The Dynamics of Poverty Reduction in the Political Vortex of Kinship in Tanimbar Islands Regency". There are two main things that become the background of this research. At the theoretical level, studies on the implementation of public policy are still dominated by studies that treat share value, in this case the cultural values that exist in society, as entities that are passive (neutral) as well as entities that active (in this case as an entity that can be managed productively) for the successful implementation of public policy. In other words, public policy researchers have so far not paid enough attention to the existence of social capital as an active entity in the opposite position (negative), which has the potential to cause ineffectiveness (failure to arrive at absolute failure) of a public policy. In fact, the theorization of social capital itself places social capital (including sharing value as one dimension of social capital) as an active entity, where in addition to having a positive impact, it also has the potential to have a negative impact on development implementation, in this case for public policy implementation. Furthermore, at the empirical level, there are still many public policies (including poverty reduction policies in Tanimbar Islands Regency) that ineffectiveness (up to failure) in their implementation, because the logic used by these various public policies contradicts with the local values adopted by the community, become the intended policy target group (in this case the value of Duan Lolat adopted by the Tanimbar community, Tanimbar Islands Regency). The main problem of this research is why is there ineffectiveness in the poverty reduction policies in Tanimbar Islands Regency? Therefore the focus of this research is to find the explanation of the reality of the problem of poverty in Tanimbar Islands Regency, the position of Duan Lolat Value as a local superstructure in Tanimbar society, the process of fortifying cultural structures through rationalization (justification) of the Duan Lolat Value articulated in the form of commodified social actions, and the implications of fortifying the duan lolat cultural structure on the ineffectiveness of implementing poverty reduction policies in this area. To answer the problem and explain the focus of this research, this study uses a qualitative approach based on constructivism-interpretive paradigm with ethnographic and phenomenological strategies that rely on in-depth interviews with key informants (active and retirees officials on local government, village heads, religious leaders, traditional leaders, youth leaders, and community members who are the target group for poverty reduction). The results of this study indicate: (i) the reality of poverty in Tanimbar Islands Regency is dominated by Structural and Cultural Poverty issues, (ii) the transformation of the Duan Lolat Value is an excess of the modernization (development) process taking place in this area, (iii) fortification of the cultural structure of duan lolat through a process of commodified social action, on the one hand is a form of ekslusivism that took place in the Tanimbar indigenous community created as a defense mechanism, and (iv) on the other hand has become a barrier to poverty reduction efforts carried out in this area. Keywords: The Dark Side of Social Capital, Cultural Poverty, Implementation of Poverty Prevention Policies, Rationalization, Social Action, Commodification, Duan Lolat Value

Kata Kunci : Kata-kata Kunci: Sisi Gelap Modal Sosial, Kemiskinan Kultural, Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan, Rasionalisasi, Tindakan Sosial, Komodifikasi, Nilai Duan Lolat. / Keywords: The Dark Side of Social Capital, Cultural Poverty, Implementation

  1. S3-2013-354292-abstract.pdf  
  2. S3-2013-354292-bibliography.pdf  
  3. S3-2013-354292-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2013-354292-title.pdf