PENGARUH MUSIM DAN PEMBERIAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI JATI DJ RPH BLUDRU BKPK MOJORAYUNG KFH MADIUN
NUR SAPTONO, Moch. Sambas Sabarnurdin, Haryono Supriyo
1997 | Skripsi | S1 KEHUTANANPertumbuhan tanaman ditentukan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Lingkungan yang betul-betul optimal sulit untuk terlaksana, kebanyakan sub optimal. Salah satu cara untuk meningkatkan optimasi pertumbuhan semai adalah dengan mulsa. Musim dalam penelitian ini juga dimasukkan sebagai faktor perlakuan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Split Plot, dengan musim sebagai plot pokok. Penelitian dilakukan dari Bulan Oktober 1993 sampai Bulan Oktober 1994. Faktor mulsa sebagai sub plot dengan perlakuan mulsa plastik, mulsa jerami dan kontrol (tanpa mulsa) dengan 4 blok sebagai ulangan. Setiap plot ditanam 60 benih dengan ukuran plot 20 x 10 ra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musim berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai maupun pertumbuhan diameter semai. Faktor mulsa berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi semai maupun diameter semai. Sedangkan interaksi antara musim dan mulsa tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada semua parameter yang diamati. Musim hujan memberikan pertumbuhan tinggi sebesar 4,86 cm dan diameter sebesar 2,01 mm, sedangkan musim kemarau sebesar 2,35 cm dan 1,59 mm. Mulsa jerami memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan tinggi semai jati, disusul dengan mulsa plastik dan kontrol dengan rata-rata tinggi berturut-turut 3,80 cm, 3,70 cm dan 3,29 cm. Mulsa plastik memberikan pengaruh yang terbaik terhadap diameter semai jati, kemudian mulsa jerami dan kontrol dengan rata-rata diameter 1,92 mm, 1,78 mm dan 1,70 mm.
Kata Kunci : Mulsa, semai jati, iklim