Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Keputusan Koordinasi di Humanitarian Organizations
Tresya Issura Perangin-Angin, Bertha Maya Sopha, S.T., M.Sc., Ph.D.
2019 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIData dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Resiko Bencana (UN-ISDR) pada tahun 2011 menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara yang paling rawan terhadap bencana di dunia. Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan di Indonesia memiliki lembaga/organisasi yang khusus untuk menangani bencana. Namun pada praktiknya, lembaga maupun organisasi ini tidak bisa menjamin mengenai keefektifan proses penanganan bencana dikarenakan proses koordinasi yang sering terhambat oleh faktor-faktor tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model untuk menganalisis faktor-faktor berpengaruh dalam pengambilan keputusan untuk melakukan koordinasi di antara humanitarian organizations. Metode penelitian ini akan menggunakan kajian model teoritis penelitian sebelumnya yakni Conceptual Model of Factors Driving or Inhibiting Coordination Among HOs milik Moshtari. Hasil pemodelan dengan SEM menunjukkan bahwa faktor donatur dan faktor organisasi mempengaruhi keputusan koordinasi secara signifikan. Pada faktor donatur, indikator yang memiliki nilai signifikan adalah URDF3 yakni organisasi merasa koordinasi sulit untuk dilakukan karena jenis donasi yang ada memiliki kontrak dan tujuan yang berbeda-beda dan IMDF2 yakni adanya persaingan untuk mendapatkan donor antara organisasi kemanusiaan menghambat terjadiya koordinasi. Pada faktor organisasi, indikator yang memiliki nilai signifikan adalah indikator ROF 3 yakni kurangnya sumber daya manusia (staff) berpengalaman yang diperlukan untuk melakukan koordinasi, indikator COF2 yakni kapasitas manajemen dan gaya kepemimpinan yang kurang memadai untuk melakukan koordinasi dengan organisasi lainnya dan indikator UBOF3 yakni organisasi mengkhawatirkan koordinasi akan berdampak negatif pada tingkat independen organisasi dari organisasi lainnya (khawatir terjadinya ketergantungan)
Based on data released by the United Nations Agency for the International Strategy for Disaster Risk Reduction (UN-ISDR) in 2011 stated that Indonesia was the most disaster prone country in the world. This condition force the government as the holder of power in Indonesia to create variety of programs and organizations that are specific to addressing and taking preventive actions to overcome disaster problems. However, in practice, this organizations cannot be ascertained by the rescue process that is related to the coordination process which is often hampered by certain factors. This study aims to develop a model for analyzing influential factors in decision making to coordinate between humanitarian organizations. This research method will use a study of previous research theoretical models namely Conceptual Model of Factors Driving or Inhibiting Coordination Among HOs by Moshtari. The modeling results with SEM show that donor factors and organizational factors have significant influence to coordination decisions. On donor factors, the indicator that has significant value is URDF3, where organizations feel coordination is difficult to do because the types of donations that have different contracts and objectives and IMDF2 , competition for donors between humanitarian organizations prevents coordination. On organizational factors, indicators that have significant value are ROF3 (the lack of experienced human resources needed to coordinate), COF2 (inadequate management capacity and leadership style to coordinate with other organizations) and UBOF3 (organizations worrying about coordination will have a negative impact on the independent level of organizations from other organizations (fear of dependence))
Kata Kunci : Koordinasi, LSM, Lembaga Pemerintah, Structural Equation Modelling