Laporkan Masalah

Analisis Spasial Kawasan Permukiman melalui Konsolidasi Lahan di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman

DYAH NOVITA I, Dr. R. Suharyadi, M.Sc.;Dr. Djaka Marwasta, M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGAN

Daerah pinggiran kota merupakan area yang memiliki potensi berkembang pesat akibat adanya pusat-pusat aglomerasi kegiatan ekonomi. Monitoring perkembangan suatu daerah perlu dilakukan untuk mengantisipasi berdirinya permukiman yang kurang tertata. Program penataan kawasan permukiman salah satunya yaitu konsolidasi lahan. Penelitian ini dilakukan untuk 1) melakukan pemetaan pusat kegiatan ekonomi dan menentukan area yang memiliki aksesibilitas lahan yang baik sebagai indikasi penentuan area konsolidasi; 2) mengidentifikasi dan menganalisis pemilihan lokasi prioritas konsolidasi lahan untuk perbaikan aksesibilitas internal permukiman; 3) mengetahui potensi dan persepsi masyarakat pada blok terpilih terkait dilakukannya konsolidasi lahan perbaikan aksesibilitas internal permukiman; 4) membuat desain blok konsolidasi lahan terkait perbaikan aksesibilitas internal permukiman. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel yang digunakan adalah penggunaan lahan, aksesibilitas, pelayanan, dan kerawanan bencana. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Interpretasi citra, wawancara, dokumentasi, survei lapangan, analisis menggunakan SIG. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SIG berupa buffeing, scoring dan overlay. Hasil menunjukkan dominasi sebaran dan luasan pusat kegiatan ekonomi tinggi di Desa Maguwoharjo sebanyak 60,09%, pusat kegiatan ekonomi sedang sebanyak 28,51%, dan pusat kegiatan ekonomi rendah 11,40%. Area penataan yaitu berada di Dusun Demangan karena memiliki jarak terdekat dengan pusat kota. Identifikasi dan analisis pemilihan lokasi prioritas konsolidasi lahan yaitu dipilih blok dengan kriteria pusat kegiatan ekonomi tinggi dan yang memiliki aksesibilitas lahan yang baik dalam hal letaknya paling dekat dengan pusat kota, serta sesuai dengan syarat makro dan mikro dari konsolidasi lahan. Persepsi masyarakat pada sampel salah satu blok terpilih yaitu Blok D, sebanyak 88% setuju dilakukan konsolidasi, artinya bahwa konsolidasi dapat dilaksanakan. Pembuatan desain blok konsolidasi lahan dilakukan dengan cara menggunakan pendekatan luas lahan (pengurangan lahan). Rincian perubahannya yaitu: terjadi penambahan blok dari yang semula 8 blok meningkat menjadi 24 blok. Bertambahnya luas jalan akibat dari adanya konribusi lahan yaitu dari 12.275 m² menjadi 13.505 m².

Suburban areas are areas that have the potential to develop rapidly due to the existence of agglomeration centers of economic activity. Monitoring the rapid development of an area needs to be done to anticipate the establishment of less organized settlements. One of the settlement area structuring programs is land consolidation. This study was conducted to 1) map the center of economic activity and determine areas that have good land accessibility as an indication of determining the consolidation area; 2) identify and analyze the selection of priority locations for land consolidation to improve internal accessibility of settlements; 3) knowing the potential and public perceptions of the selected block in relation to land consolidation to improve internal accessibility of settlements; 4) design a block of land consolidation related to improvements in internal accessibility of settlements. This research is quantitative descriptive. The variables used are land use, accessibility, service, and disaster vulnerability. Data collection methods used are observation, image interpretation, interviews, documentation, field surveys, spatial data analysis using GIS. The data analysis technique used is GIS analysis in the form of buffeing, scoring and overlay. The results show that the dominance of distribution and the extent of the center of economic activity is high in Maguwoharjo Village as much as 60.09%, the center of moderate economic activity is 28.51%, and the center of economic activity is low at 11.40%. The arrangement area is located in Demangan Hamlet because it has the closest distance to the city center, with an area of 249,988 m². Identification and analysis of the choice of priority land consolidation locations, namely selected blocks with criteria for high economic activity centers and those that have good land accessibility in terms of being closest to the city center, and in accordance with macro and micro requirements of land consolidation. Community perceptions in the sample of one of the selected blocks were Block D, with 88% agreeing to be consolidated. Making block consolidation design is done by using a land-wide approach (land reduction). Details of the changes are: an additional block from the original 8 blocks has increased to 24 blocks. The increase in road area due to land conversion is from 12.275 m² to 13.505 m².

Kata Kunci : Kata kunci: permukiman, pusat kegiatan ekonomi, konsolidasi lahan, analisis spasial, SIG

  1. S2-2019-407886-abstract.pdf  
  2. S2-2019-407886-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-407886-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-407886-title.pdf