DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN MUSI BANYUASIN PASCA ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE PENGEBORAN MINYAK
BEMBI AKBAR SERAWAI, Prof. Ir. Budi Guntoro, M.Sc., Ph.D.,IPU; Prof. Ir. Krishna Agung Sentosa, M.Sc., Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANMaraknya alih fungsi lahan pertanian yang dilakukan masyarakat membuat kondisi pertanian di Indonesia semakin memprihatinkan. Dari berbagai macam jenis alih fungsi lahan yang terjadi di Indonesia, terjadi alih fungsi dari pertanian ke pengeboran minyak yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin. Aktivitas merubah fungsi lahan tersebut tidak hanya berdampak pada struktur ekonomi tapi juga tatanan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab masyarakat melakukan alih fungsi lahan pertanian ke pengeboran minyak dan menganalisa dampak sosial ekonomi masyarakat pasca aktivitas alih fungsi lahan pertanian ke pengeboran minyak. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja di kabupaten Musi Banyuasin yang merupakan salah satu pusat aktivitas alih fungsi lahan pertanian menjadi pengeboran minyak. Penentuan informan menggunakan Snowball Sampling dan analisa data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab masyarakat melakukan alih fungsi lahan ke pengeboran minyak yaitu aktivitas, biaya usahatani dan harga komoditi, interaksi sosial dan implementasi aturan yang lemah dari pemerintah. Aktivitas alih fungsi lahan pertanian ke pengeboran minyak memberikan dampak terhadap sensitivitas dan kemudahan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan serta berkurangnya tingkat kriminalitas dan pencurian, terbentuknya juragan-juragan kecil yang mempengaruhi ekonomi dan tingkat kekerabatan masyarakat, peningkatan pendapatan yang signifikan, beragamnya mata pencaharian masyarakat dan kepemilikan fasilitas hidup yang semakin membaik.
The rise of agricultural land conversion by the community has made agricultural conditions in Indonesia more alarming. Over the various types of land conversion that occurred in Indonesia, there has been a change of land function from agriculture to oil mining by the people in Musi Banyuasin District. The activity of land conversion not only affect the economic structure but also the social order of the community. This study aims to analyze the factors that cause communities to convert agricultural land to oil mining and analyze the socio-economic impact of communities after the conversion of agricultural land to oil mining. The research location is determined intentionally in Musi Banyuasin District which is one of the center for land conversion from agricultural to oil mining. The informants are chosen by Snowball Sampling and data analysis carried out qualitatively. The research results are shown that the factors that caused the community doing the land conversion from agricultural to oil mining were activities, farming costs and commodity prices, social interactions and the government weak of regulations implementation. The conversion of agricultural land to oil mining has an impact on the sensitivity and ease of public access toward education and health also crime and theft reduction, the emergence of juragan (people who own a huge amount of capital over the majority in the area) that affect the economy and level of community relations, significant income increases, diverse livelihoods and ownership of living facilities is getting better.
Kata Kunci : Alih fungsi lahan, sosial ekonomi, pengeboran minyak