Laporkan Masalah

KAJIAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN BEDAH ORTOPEDI DEWASA DI RUMAH SAKIT AKADEMIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

Desi Setya Rini, Fivy Kurniawati, S. Farm., M. Sc., Apt.; Dr. Nanang Munif Yasin, M. Pharm, Apt.

2019 | Skripsi | S1 FARMASI

Tindakan bedah ortopedi menimbulkan konsekuensi terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO) sehingga dibutuhkan antibiotik untuk mencegahnya. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya Infeksi Luka Operasi (ILO) dan resistensi antibiotik yang akan meningkatkan kejadian mortalitas, morbiditas maupun peningkatan biaya pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui kesesuaian penggunaannya dengan pedoman, dan mengetahui outcome terapi pasien bedah ortopedi dewasa periode Januari-Juni 2018 di RS Akademik UGM. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medik pasien yang dirawat di bangsal bedah. Teknik pengambilan data secara simple random dengan jumlah minimal sampel sebanyak 96 dianalisis secara deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah pasien dewasa rawat inap bedah ortopedi periode Januari-Juni 2018 di RS Akademik UGM yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang diperoleh terdapat 105 pasien yang memenuhi kriteria inklusi yang mana 76 ( 72,4 %) pasien tersebut menggunakan antibiotik profilaksis dan 29 (27,6 %) pasien menggunakan antibiotik terapi. Antibiotik terbanyak yang digunakan sebagai profilaksis bedah ortopedi adalah golongan sefalosforin generasi ketiga yaitu seftriakson antibiotik tunggal sebanyak 19 pasien (25 %). Penggunan antibiotik terapi terbanyak adalah kombinasi sefotaksim dengan gentamisin sebanyak 17 pasien (58,6 5%). Antibiotik profilaksis yang sesuai dengan pedoman sebesar 1,3 %. Tidak terdapat antibiotik terapi yang sesuai pedoman. Outcome terapi diamati dari status keluar dan adanya kejadian ILO. Sebanyak 76 pasien menggunakan antibiotik profilaksis dengan status keluar membaik dan sembuh. ILO terjadi pada 1 pasien dengan status keluar membaik..

Orthopaedic surgery has consequences Surgical Site Infection (SSI), so that antibiotic is needed to prevent it. Antibiotic is used inappropriately can cause SSI event and resistence that will increase mortality, morbidity and medical payment. The aim of this study was to determine the pattern of use and suitability antibiotic, the outcome of therapy for orthopaedic surgery in the surgery ward of UGM Academic Hospital (RSA) Yogyakarta January-June 2018 period. This research is a cross-sectional study with retrospective data collection through medical records from adult patients who treated in surgery ward. The data collection technique used was simple random and the number of minimum samples was 96 patients analyzed descriptively. The population in this study was all inpatient who did orthopaedic surgery from January 2018 to June 2018 period based on inclusion criteria. Out of 105 patients who meet inclusion criteria, there were 76 patients (72,4 %) used antibiotic as prophylactic and 29 patients (27,6 %) used antibiotic as therapy. The most antibiotic used as prophylactic in orthopaedic surgery was third generation from cephalosphorins group, ceftriaxone as single antibiotic in 19 patients (25 %) while theraupetic antibiotic was combination between cefotaxime and gentamicin in 17 patients (58,6 %). The suitability of prophylactic antibiotic is 1,3 % and no one patients with proper therapy antibiotic. Treatment outcomes were seen from discharged status and SSI event. Seventy six patients used prophylactic antibiotic with recovered and improved status. There was SSI event in 1 patient with improved status.

Kata Kunci : RS Akademik UGM, antibiotik bedah ortopedi, ILO

  1. S1-2019-377407-abstract.pdf  
  2. S1-2019-377407-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-377407-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-377407-title.pdf